Berita Bangli
Ikan Koi Senilai Rp60 Juta ikuti Ajang Buleleng Koi Fest
Ratusan ekor ikan koi beradu kecantikan dalam kontes bertajuk 1st Buleleng Bali Koi Fest yang digelar di GOR Bhuana Patra Singaraja, serangkaian HUT
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Ratusan ekor ikan koi beradu kecantikan dalam kontes bertajuk 1st Buleleng Bali Koi Fest yang digelar di GOR Bhuana Patra Singaraja, serangkaian HUT RI ke-78.
Ajang bergengsi itu bahkan diikuti ikan koi dengan nilai jual mencapai Rp 60 juta.
Ketua Semeton Koi Buleleng, I Gede Oka Gunawan mengatakan, festival yang dilaksanakan sejak Sabtu (5/8/2023) hingga Minggu (6/8/2023) ini diikuti 510 ekor ikan koi milik 118 peserta dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Jawa Timur, Lombok dan Bali.
Baca juga: Stock Gas Melon Aman Jelang Kuningan, Pertamina Adakan Sidak Suplay LPG di Buleleng Bali
Ada lima kategori yang diperlombakan yakni gosanke, melati, cempaka, anggrek dan kamboja dengan ukuran 15 hingga 65 centimeter.
Dalam festival tersebut Gunawan menyebut, ada tiga aspek yang menjadi penilaian juri yakni bodi, kulit dan corak. Para peserta memperebutkan hadiah puluhan juta dari kelas Grand Champion hingga Most Point.
Baca juga: Pertamina Resmikan Terminal Aspal Curah di Singaraja Buleleng Bali
"Ada ikan paling mahal harganya Rp 60 juta yang didaftarkan oleh peserta dari Bogor. Kalau harga minimal bisa Rp2,5 juta juta sampai Rp 20 juta tergantung jenisnya," ungkapnya.
Sementara salah satu peserta bernama Ida Bagus Gede Widya Kusuma mengatakan dalam festival ini dirinya hanya mendaftarkan satu ekor ikan koi kategori gosanke jenis kohaku doitsu dari Jepang.
Baca juga: Perbekel Sempat Dipaksa Pengadaan, Mantan Kajari Buleleng Tersangka Proyek Buku
Dalam memelihara ikan koinya itu, Kusuma mengaku ongkos yang dikeluarkan cukup banyak. Dirinya harus membeli alat khusus dari Jepang untuk menjaga kebersihan air. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan warna kulit ikan lebih berkualitas.
"Kalau dapat juara, ikannya jarang dijual. Memelihara ikan koi ini ada kepuasan tersendiri, apalagi sampai bisa mengalahkan ikan dari peserta lain. Jadi bukan melihat dari segi materi," ungkap pria asal Badung ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ratusan-peserta-saat-mengikuti-1st-Buleleng-Bali-Koi-Fest.jpg)