Berita Buleleng
Saling Tuding Kitabisa.com &Yayasan Soal Konten,Kasus Eksploitasi Anak,Unit PPA: Ada Beda Keterangan
Yayasan tersebut juga menulis jika Putu NS harus menahan kaki yang sakit dan lelah menyusuri jalanan sambil menjual kerupuk.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng telah memeriksa Kitabisa.com terkait kasus dugaan eksploitasi Putu NS (8). Kasus ini juga menjerat Yayasan Sahabat Peduli Kasih sebagai inisiator donasi. Ada perbedaan keterangan antara Kitabisa.com dan pihak yayasan.
Kanit IV Unit PPA Polres Buleleng, Ipda I Ketut Yulio Saputra mengatakan, Kitabisa.com menyebut penggalangan dana termasuk pembuatan narasi dibuat oleh Yayasan Sahabat Peduli Kasih. Sementara Kitabisa.com hanya sebagai platform penyedia penggalangan dana.
"Kitabisa hanya platform penyedia penggalangan dana. Sementara narasi hingga pembuatan konten dilakukan oleh yayasan. Namun pihak yayasan sebelumnya menyebut narasi dibuat oleh Kitabisa. Jadi ada keterangan yang masih bentrok, ini akan kami cek lagi yang benar yang mana," kata Yulio, Selasa (15/8).
Baca juga: Densus 88 Sita 11 Laras Pendek, lima Laras Panjang! DE Diduga Jual Beli Senpi di Marketplace!
Baca juga: Slamet Ditemukan Tertelungkup Kaku! Tangannya Memegang Sikat dan Pasta Gigi, Kejadian di Badung
Dalam pemeriksaan itu, Kitabisa.com adalah platform penggalangan dana yang resmi dan memiliki legalitas. Kitabisa memperlihatkan surat keterangan persetujuan penggalangan dana yang ditandatangani oleh keluarga korban. Hanya saja, penyidik akan mengecek keaslian surat tersebut kepada keluarga korban.
"Saat ini kami harus mencocokkan keterangan antara beberapa saksi yang sudah kami periksa. Ada beberapa keterangan juga yang perlu digali dari saksi-saksi lainnya. Setelah dirasa cukup baru kami akan melakukan gelar perkara," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Yayasan Sahabat Peduli Kasih dilaporkan ke polisi lantaran diduga mengeksploitasi seorang bocah asal Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng berinisial Putu NS. Yayasan itu diduga memposting informasi hoaks untuk menarik empati masyarakat.
Berdasarkan postingan yang diunggah pada 12 Juli 2023, yayasan menyebut Putu NS harus mencari nafkah sendiri demi sesuap nasi, beli seragam sekolah dan membayar tunggakkan sekolah. Hal ini terjadi lantaran ayah Putu NS meninggal dunia karena sakit, sementara ibunya kabur meninggalkannya.
Yayasan tersebut juga menulis jika Putu NS harus menahan kaki yang sakit dan lelah menyusuri jalanan sambil menjual kerupuk. Hasil jualan biasanya dibelikan beras dan sisanya untuk keperluan sekolah.
Namun dagangannya sering tak laku dan NS sering kelaparan. Putu NS sering diusir saat jualan. Pernah suatu hari hujan deras, ia numpang berteduh di emperan toko. Namun, pemilik toko mengusirnya karena mengganggu pembeli yang datang.
Dalam postingan itu juga disebutkan Putu NS makan di pinggir jalan yang jarang dilewati kendaraan. NS menangis sambil memeluk foto almarhum ayahnya. Terakhir yayasan tersebut mengajak masyarakat untuk membantu melalui aplikasi kitabisa.com.
"Sahabat, maukah kamu membantu agar bisa terus sekolah, hidup layak, & tidak kelaparan lagi? Mari salurkan bantuan terbaikmu melalui https://kitabisa.com/campaign/bantuadiknita," tulisnya dalam postingan Facebook.
Postingan itu membuat keluarga Putu NS tidak terima lantaran dinilai terlalu mengada-ada, sebab dalam kesehariannya Putu NS tidak pernah berjualan kerupuk. Hingga akhirnya pihak keluarga melaporkan yayasan tersebut ke polisi. (rtu)
TEMPAT Nongkrong Timur Pura Penimbangan Buleleng Dirobohkan! Simak Alasan Selengkapnya |
![]() |
---|
TEWAS Ibu & Anak Terpental, Kecelakaan di Buleleng, Sopir Truk Mengantuk Saat Berkendara |
![]() |
---|
Tragis, Laka Maut di Buleleng Bali Renggut Nyawa Ibu dan Anak, Korban Terpental Sopir Truk Kabur |
![]() |
---|
PERJALANAN TERAKHIR Bareng Istri di Buleleng, Wayan Mastri Berpulang Secara Tragis Dihadapan Suami |
![]() |
---|
2 Laka Maut di Buleleng Bali, Pasutri Oleng Saat Nyalip dan Masuk Kolong Truk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.