Berita Bangli

Target PHR Bangli Naik Rp 5 Miliar di APBD Perubahan

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Bangli, ditargetkan meningkat di APBD Perubahan 2023.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
Muhammad Fredey Mercury
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Kepala BKPAD Bangli saat mengaktifkan alat rekam transaksi di salah satu coffee shop Kintamani. Rabu (24/8/2023) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) di Bangli, ditargetkan meningkat di APBD Perubahan 2023.

Peningkatan target dirancang mencapai Rp 5 miliar. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Asli Daerah (BKPAD) Bangli, I Dewa Agung Bagus Riana Putra.

Kata dia, target PHR Bangli di APBD induk 2023 dirancang Rp 16 miliar.

Sedangkan di APBD Perubahan, targetnya dirancang naik sebesar Rp 5 miliar.

"Dengan demikian target PHR secara keseluruhan sebesar Rp 21 miliar," sebutnya Kamis (24/8/2023). 

Alasan peningkatan target PHR karena melihat usaha di Bangli yang tumbuh semakin pesat. Hal ini dibuktikan dari meningkatnya coffee shop baru, hotel, restoran, hingga glamping. 

Di sisi lain, Riana mengaku pada semester 1 2023, realisasi PHR mencapai Rp 9 miliar per tanggal 15 Agustus 2023. Yang mana secara persentase, jumlah ini berada di 56 persen dari target Rp 16 miliar. 

"PHR ini sifatnya fluktuasi. Karena untuk memenuhi target, kita mengacu pada high dan low season kunjungan wisatawan ke Bangli. Sehingga pendapatan per bulan tidak bisa dipastikan. Pada saat high season, pendapatan dari sektor PHR berada di kisaran Rp1,4 miliar hingga Rp 1,5 miliar per bulan," sebut mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) ini.

Ditegaskan pula, untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor PHR dan untuk merealisasikan target, saat ini Pemkab Bangli menggunakan alat baru yang mampu merekam transaksi penjualan.

Baca juga: Empat Jembatan Dibangun, Progres Sudah 20 Persen

Dari total 62 wajib pajak (WP) PHR, hingga kini 38 diantaranya telah dipasangi alat rekam transaksi. 

"Yang kami pasangi ini adalah WP yang potensial. Memang secara fungsi, alat ini belum mampu menghilangkan kebocoran PHR di Bangli. Namun jika dibandingkan dengan alat sebelumnya, alat ini tingkat akurasinya tergolong tinggi," tandas dia.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved