Berita Bangli

Desa Penglipuran Buka Pasar Pelipurlara, Pengunjung Bayar Menggunakan Kepingan Bambu

Desa Penglipuran Buka Pasar Pelipurlara >>> Pengunjung Bayar Menggunakan Kepingan Bambu

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Fenty Lilian Ariani
ist
Suasana pasar pelipurlara yang berlokasi di hutan bambu Desa Penglipuran. Sabtu (26/8/2023) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Desa Wisata Penglipuran seolah tak ada habisnya berinovasi. Desa yang dikenal dengan konsep bangunan tradisional dan kebersihannya itu, kini membuka Pasar Pelipurlara.

Pasar tersebut berlokasi di hutan bambu yang ada di sisi utara desa.

Pasar ini hanya buka setiap hari Sabtu, menjajakan berbagai jajanan ataupun makanan dan minuman tradisional. 

Uniknya, di Pasar Pelipurlara ini pengunjung tidak membayar menggunakan uang kertas.

Melainkan dengan koin berbahan kepingan bambu, yang bernilai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. 

Manager operasional Desa Wisata Penglipuran, I Ketut Nuriada menyebut keberadaan pasar ini merupakan inovasi baru di Desa Penglipuran.

Inovasi ini dibuat karena melihat kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Penglipuran yang terus meningkat. 

"Kami memandang perlu untuk memberikan suasana yang berbeda bagi pengunjung. Jadi setelah puas menikmati suasana di desa, pengunjung bisa merasakan keasrian hutan bambu, sekaligus menikmati berbagai minuman dan masakan khas Penglipuran," ungkapnya Minggu (27/8/2023).

Tak hanya memberikan suasana baru untuk para pelancong. Bagi Ketut Nuriada, keberadaan Pasar Pelipurlara ini juga sebagai wadah untuk memfasilitasi masyarakat desa yang tidak memiliki lokasi untuk berjualan di obyek utama.

Ditamabahkan dia, Pasar Pelipurlara sudah diuji coba sejak sepekan lalu. Diakui keberadaan pasar Pelipurlara ini mendapat respon yang bagus dari para pengunjung.

"Pasar ini dibuka setiap Hari Sabtu, mulai 10.00 wita sampai 16.00 wita. Setidaknya ada 10 pedagang yang meramaikan pasar Pelipurlara," ucapnya. 

Baca juga: Peternak Babi Gigit Jari, Harga Babi Anjlok, Ditengah Harga Pakan Yang Melambung Tinggi


Pasar Pelipurlara menjajakan berbagai kuliner khas Bali. Mulai dari makanan, jajanan, hingga minuman.

Untuk transaksinya, Ketut Nuriada mengatakan, di pasar pelipurlara ini pengunjung membayar dengan koin berupa potongan bambu, dengan nilai Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu.

"Pengunjung yang ingin berbelanja, bisa lebih dulu menukar uang dengan koin, sebelum memasuki pasar. Apabila koin dimiliki pengunjung tidak habis dibelanjakan, maka bisa ditukarkan kembali dengan uang rupiah," sebutnya. 

Sementara salah satu bernama Andini Resmi Anitis mengaku kagum dengan keberadaan Pasar Pelipurlara. Menurutnya pasar ini memiliki konsep bagus, serta terkoneksi dengan objek utama.

"Saya pribadi sangat puas. Jadi setelah jalan-jalan di objek utama, pengunjung bisa mampir di hutan bambu yang punya suasana asri, sambil merasakan makanan dan minuman tradisional," tandasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved