Berita Denpasar
Mapala Universitas Warmadewa Sulap 1.900 Botol Bekas dan Sampah Plastik Jadi Bale Bengong
Mapala Universitas Warmadewa Sulap 1.900 Botol Bekas dan Sampah Plastik Jadi Bale Bengong
Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Botol bekas disulap oleh Mahasiswa Pecinta Alam atau Mapala Citta Mandala Universitas Warmadewa menjadi bale bengong.
Bale bengong dari botol bekas itu, kini berdiri di kawasan kampus dan menjadi daya tarik tersendiri.
Untuk pembuatan bale bengong ini menggunakan ecobrick, dimana botol plastik bekas tersebut diisi sampah plastik yang dipotong kecil-kecil hingga padat.
Kemudian ecobrick tersebut disusun dan direkatkan dengan lem silikon atau lem kaca.
Setidaknya, sebanyak 1.900 ecobrick disusun hingga menjadi bale bengong.
Ketua Umum Mapala Citta Mandala, I Putu Arya Suwastama Yasa ditemani Wakil Ketua Alpine Febrian Aryadinata menuturkan, ide pembuatan bale bengong ini bermula dari sebuah lomba bernama Warmadewa Ecobrick Competition yang diikuti kampus dan juga siswa pecinta alam.
Kemudian, dalam pelaksanaan PKKMB atau Ospek tahun 2022 lalu, mahasiswa diwajibkan membuat satu ecobrick sebagai syarat kelulusan.
Dari ecobrick yang terkumpul kemudian lahirlah ide membuat bale bengong.
"Kami mengajukan proposal ke rektorat untuk biaya pembuatan, akhirnya disetujui," kata mahasiswa Jurusan Manajemen ini, Minggu, 27 Agustus 2023 sore.
Kemudian dilakukan pemilahan ecobrick yang layak digunakan dengan memperhatikan kepadatan agar tidak meledak saat ditekan.
Setelah itu, pada awal Maret 2023, pembuatan bale bengong dari ecobrick pun dimulai dan rampung bulan Mei 2023.
Baca juga: Gagal Jadi Juara Piala AFF U23 2023, Erick Thohir Sigap Langsung Siapkan Rencana Untuk Timnas
Untuk memperkuat, diisi rangka besi di bagian dalam, kemudian pada bale bengong bagian bawah hingga pilar diisi dengan ecobrick.
Untuk atap menggunakan botol bekas yang dibelah dua dan diletakkan selang-seling yang kemudian pada bagian penutupnya menggunakan pipa.
Sementara untuk alas duduk menggunakan tutup botol yang dipres.
Dalam pembuatan bale bengong ini dilakukan oleh 40 orang anggota mapala aktif.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.