Seni Budaya
Tak Sekadar Pelukis, Made Wianta Gaungkan Gerakan Budaya, Sang Istri Ceritakan Kisah Karya Kaligrafi
Sudakara ArtSpace berkolaborasi dengan keluarga mendiang Made Wianta, menghadirkan pameran lukisan kolaborasi 'Whispering Calligraphy
“Sudakara merasa terhormat dapat memamerkan karya seni dari mendiang Made Wianta, karya-karya beliau diakui di dunia Internasional. Gaya lukis beliau selalu berkembang, dan bisa diterima oleh berbagai kalangan usia.
Beliau adalah sebuah inspirasi yang bisa melintas generasi, kalau dalam istilah lokal, mungkin bisa disebut ‘moksha’. Karya-karyanya masih terasa relevan hingga hari ini," kata Ricky Putra, COO of Sudamala Resort dalam siaran persnya.
Sementara itu, Putu Suasta, Direktur Sudamala Resort, menjelaskan bahwa Made Wianta tidak hanya seorang pelukis. Budayawan ini mengatakan, bahwa mendiang adalah seseorang pahlawan gerakan kebudayaan.
"Saya sudah kenal Made Wianta sejak lama, ia pernah menyumbangkan hasil lukisannya untuk menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia sekitar 1993," sebutnya. Untuk itu, nilai dari sang seniman inilah yang ingin ditampilkan dalam karya-karya kaligrafi yang dipamerkan di Sudakara ArtSpace.
Hal ini diakui sang istri, Intan Kirana Wianta, yang mengingat masa saat ia masih bersama mendiang berkeliling Indonesia bahkan hingga ke Amerika dan Eropa. "Bagi suami saya, kaligrafi bisa mengekspresikan emosi melalui tulisan yang indah dalam bentuk lukisan," katanya didampingi sang anak bernama Buratwangi.
Mengenai perjuangan, ia menjelaskan bahwa Made Wianta juga pernah menggelar aksi damai dalam sebuah seni. "Beliau pernah menulis kata-kata perdamaian dalam kain sepanjang 2 meter yang diberikan nama Art and Peace, dan kemudian didukung banyak orang, seniman, budayawan, ini menjadi kenangan tersendiri bagi saya," sebutnya. (*)
Made Wianta
Sudakara ArtSpace
Sudamala Resort
Sanur
kaligrafi
Whispering Calligraphy
seni rupa
lukisan
TARI Sakral Sanghyang Dedari Hanya Boleh Gadis Belum Mens yang Menari, Wujud Hadirnya Berkah Dewa |
![]() |
---|
JAGA Warisan Atraksi Agar Tetap Lestari, Peserta Makepung Bupati Cup 2025 Nambah, Ribuan Penonton! |
![]() |
---|
SAKRAL Tari Sanghyang Dedari dari Banjar Behu Nusa Penida, Kini Diperjuangkan Jadi Warisan Dunia! |
![]() |
---|
Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Lan Mapadudusan Agung Merajan Tengah Griya Cucukan Klungkung Bali |
![]() |
---|
SLF 2025 Kembali Hadir, Angkat ‘Buda Kecapi’ sebagai Napas Sastra Kontemporer |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.