Bisnis

Tantangan Wujudkan Ekonomi Hijau, Ganjar Pranowo Minta Kadin Wujudkan di Pembangunan Infrastruktur

Oleh karena itu, kata dia, dunia pendidikan juga harus lebih adaptif dalam menghadapi perubahan tersebut. Ia menuturkan evaluasi tentang kondisi

ANTARA/ IC Senjaya
RAKERNAS KADIN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka Rakernas Kadin Bidang PUPR di Semarang, Kamis (31/8). 

TRIBUN-BALI.COM  - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) siap menghadapi tantangan mewujudkan ekonomi hijau dalam membangun infrastruktur ke depan.

"Pekerjaan rumah untuk mewujudkan ekonomi hijau," kata gubernur saat membuka Rapat Kerja Nasional Kadin Bidang Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Infrastruktur di Semarang, Kamis (31/8/2023).

Menurut Ganjar Pranowo, dalam mewujudkan ekonomi hijau dibutuhkan teknologi yang ramah lingkungan. Selain itu, lanjut dia, kondisi tersebut juga harus bisa dihubungkan dengan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, kata dia, dunia pendidikan juga harus lebih adaptif dalam menghadapi perubahan tersebut. Ia menuturkan evaluasi tentang kondisi yang ada saat ini harus dilakukan.

Baca juga: Perusakan dan Pembakaran Hotel di Bukit Gumang Karangasem Berbuntut Panjang!

Baca juga: Kasus Pelecehan Mahasiswi KKN, Camat Kintamani Teken Rekomendasi Pemberhentian Sementara MK

RAKERNAS KADIN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka Rakernas Kadin Bidang PUPR di Semarang, Kamis (31/8).
RAKERNAS KADIN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka Rakernas Kadin Bidang PUPR di Semarang, Kamis (31/8). (ANTARA/ IC Senjaya)

 

"Setelah pembangunan infrastruktur apakah akan menggerakkan ekonomi. Kalau dari hitungan bisa lakukan lompatan apa," katanya.

Gubernur Jawa Tengah mengapresiasi Kadin, yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia pada 10 tahun terakhir. Ia menyebut banyak pembangunan infrastruktur yang berhasil.

Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Infrastruktur, Insannul Kamil menambahkan salah satu isu besar yang dihadapi berkaitan dengan pemenuhan tenaga kerja.

"Semua yang bekerja si sektor konstruksi wajib memiliki sertifikasi kompetensi," katanya. Selain itu, lanjut dia, hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan harus menjadi prioritas. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved