Tali Lift Putus di Ubud
Mengenang Mendiang Korban Tragedi Lift Maut, Aries Atlet Futsal Berprestasi, Dek Ani Akan Dinikahi
Salah satu korban jiwa, dalam tragedi lift maut di Ayu Terra Resort Ubud adalah keponakan dari Kapolsek Ubud.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Terkait bagaimana selama ini perawatan lift tersebut, Ario Seno mengatakan pihaknya telah meminta keterangan teknisi.
"Sementara kita belum pemeriksaan pada pemilik. Tapi tadi kita lakukan pemeriksaan pada teknisi. Diketahui bahwa kalau lift-nya memang ada bunyi atau yang aneh baru diperiksa.
Jadi kami duga, maintenance-nya kurang. Nanti kita akan dalami, baik teknisi maupun kontraktor yang melakukan pemasangan nanti kita periksa," ujarnya.
Ario Seno mengatakan, panjang track lift tersebut 65 meter. Namun saat itu, tubuh korban terpental cukup jauh.
"Saat ini, resort masih buka seperti biasa. Tapi kita larang untuk melakukan aktivitas di kawasan TKP. Lift itu sebelumnya digunakan oleh tamu dan karyawan untuk akses ke kamar dan kolam renang paling bawah. Saat ini, aktivitas resort menggunakan tangga manual," ujar Ario Seno.
Seperti diberitakan, lima orang karyawan housekeeping di resort tersebut tewas, Jumat (1/9) sekitar pukul 13.00 Wita.
Pasalnya, lift dengan kemiringan 90 derajat dan ketinggian sekitar 100 meter tersebut, tali slingnya putus, sehingga kelima pegawai yang masih berstatus daily worker (DW) itu terjun bebas ke dasar lift.
Kelima korban adalah Sang Putu Bayu Adi Krisna (19) warga Banjar/Desa Kedewatan Ubud, Ni Luh Supernigsih (20) warga Banjar Paneca Desa Melinggih Kelod Kecamatan Payangan Gianyar, I Wayan Aries Setiawan (23) warga Banjar Abiansemal Desa Lodtunduh Ubud Gianyar, Kadek Hardiyanti (24) warga Banjar Teruna Desa Taman Bali Bangli, dan Kadek Yanti Pradewi warga Banjar Dinas Beji, Desa Munduk Kecamatan Banjar Buleleng.
Meskipun petugas Polres Gianyar tak melarang Ayu Terra Resort Ubud beroperasi selama penyelidikan, namun pemilik resort tersebut memilih untuk menghentikan sementara operasionalnya.
Bahkan sejak Sabtu (2/9) siang, para tamu yang menginap di resort tersebut telah meninggalkan resort dengan pemandangan lembah Sungai Ayung tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, saat mendatangi Ayu Terra Resort Ubud.
Saat itu Cok Ace sapaannya, datang bersama sopir dan ajudannya. Kedatangannya ke sana, selain sebagai Wagub, juga pengurus PHRI Bali.
"Kami datang ke seni untuk menyampaikan duka yang mendalam pada adik-adik kita yang mengalami musibah. Saya selaku Wakil Gubernur dan PHRI Bali, datang untuk mencari tahu apa yang terjadi. Tapi untuk menyatakan salah atau tidaknya, tentu bukan kapasitas kami. Namun diketahui bahwa pemeriksaan terakhir lift ini November 2022. Konsultan yang memeriksa juga ada dan juga ada rekomendasi dari Disnaker Bali," kata Cok Ace, sapaan akrabnya.
"Jadi, secara administrasi dan teknis, itu sudah melalui proses konsultan. Namun saat ini, pihak kepolisian akan memeriksa para konsultan tersebut apakah ada kesalahan atau kelalaian," ujar tokoh Puri Agung Ubud tersebut.
Ditanya adakah evaluasi dari Pemprov Bali terkait penggunaan lift model terbuka. Terkait itu, Cok Ace mengatakan, sebenarnya, lift seperti ini tidak hanya ada di tempat ini. Ada banyak tempat yang menggunakan model seperti itu. Tapi mengapa di sini bisa menjadi musibah, kata dia, itulah yang sekarang sedang diselidiki polisi.
"Jika memang ada kelalaian, dipastikan akan ada sanksi dari PHRI. Dan, perlu diketahui, untuk izin kepesertaan PHRI untuk resort ini sudah mati. Tolong diurus izinnya. Supaya kita di PHRI bisa ikut membantu bila ada musibah seperti ini," ujarnya.
Cok Ace mengatakan, pihak pemilik untuk sementara telah menghentikan operasional resort. Sebab pemilik dan pegawai masih trauma atas musibah yang menewaskan lima pegawai tersebut.
"Tanpa sepermintaan kita, ternyata yang punya resort ini sudah menghentikan sementara operasionalnya. Dan, tamu-tamu yang ada di sini juga sudah dipindahkan ke tempat lain," kata Cok Ace.
Seusai mendatangi Ayu Terra Resort, Cok Ace juga mendatangi rumah seorang korban, yakni, rumah mendiang Sang Putu Bayu Adi Krisna, yang jaraknya hampir 100 meter dari resort. Dalam menuju rumah mendiang, Cok Ace lakukan dengan berjalan kaki, meskipun cuaca saat itu tengah panas terik, serta lalu lintas yang padat.
Di rumah korban, Cok Ace diterima oleh orangtua korban. Kedua orangtuanya langsung dirangkul oleh Cok Ace. Dan, kedua orangtua korban pun terus menangis. Kepada mereka, Cok Ace mengatakan, akan mengirim bantuan kepada keluarga, dan meminta agar pihak keluarga tabah.
Sebelumnya, keluarga Sang Putu dan keluarga para korban lainnya, menggelar upacara 'ngeplugin' di TKP. Upacara tersebut bertujuan agar jiwa para korban bisa tenang, dan menyatu dengan Sang Pencipta.
Dinas Pariwisata Bali akan mengecek izin pada Ayu Terra Resort, buntut tewasnya 5 pekerja saat menaiki lift di jam kerja. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, Sabtu.
“Itu dah, pertama saya baru dapat laporan kejadian dari Kadispar Gianyar. Kita mau cek semuanya, ya dari sisi perizinan, dari sisi kewajiban apa yang didapat karyawan tenaga kerjanya. Itu yang kita lihat,” ujar Tjok Pemayun.
Mengenai apakah lift tersebut juga digunakan untuk wisatawan yang menginap di Ayu Terra Resort, Tjok Pemayun belum bisa memastikan hal tersebut. Sementara arahan untuk pemilik hotel dengan lift serupa, sebelumnya Dispar telah menyurati para stakeholder pariwisata di kabupaten/kota di awal tahun hingga akhir tahun kemarin agar menyiapkan semua fasilitas sarana prasarana di hotel agar aman dan nyaman untuk dikunjungi.
“Iya makanya saya ingin tahu juga agar betul-betul teman di kabupaten/kota melihat hal itu gimana dengan ada lift dipertegas lagi,” imbuhnya.
Ia meminta agar media membantu memberitakan bahwa Bali masih aman untuk dikunjungi. Kejadian ini di luar prediksinya. “Pasti harusnya ada izinnya. Tadinya kan kabupaten kota punya perizinannya, tapi melalui peraturan menteri berdasarkan risiko. Risiko menengah ke atas, dll kewenangan provinsi sekarang. Sekarang kita cek izinnya semua,” katanya.
Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan akan membahas hal ini dengan pelaku pariwisata di Bali. “Ya kita turut berduka cita sampai terjadi ini. Setelah ini kita ada meeting. Kita akan koordinasikan lagi. Kemarin kan ada kecelakaan watersport itu, sekarang hotel. Setelah pandemi banyak keamanan yang harus di-update lagi. Nanti saya info kalau ada perkembangan. Biasanya setiap hotel PHRI ya, intinya di pengamanan kita akan update. Kemarin waktu Covid-19 kita punya semacam protokol kesehatan dan protokol keamanan. Perlu kita perbarui,” kata Gus Agung, sapaan akrabnya. (weg/sar)
tragedi lift maut
tali lift putus
TribunBreakingNews
Kapolsek Ubud
keponakan
Ayu Terra Resort Ubud
kecelakaan
korban jiwa
Polsek Ubud
jenazah
RSU Ari Santi
Aries
Desa Kedewatan
meninggal dunia
futsal
Ngurah Krisna
Dek Ani
Tim Labfor Polda Bali
TKP
Kontraktor Lift Ayu Terra Resort Ubud Bali Kecewa, Mujiana Divonis 1 tahun 6 bulan |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Owner Ayu Terra Resort Bali Vincent Juwono di Sidang Hari Ini |
![]() |
---|
Alat Pendeteksi Owner Ayu Terra Ubud Terkoneksi Internet, Dipantau Kejari Gianyar dan Kejati Bali |
![]() |
---|
Berita Bali Terkini: Bos Ayuterra Jadi Tahanan Rumah, Ini Respon Keluarga Korban Lift Maut Gianyar |
![]() |
---|
UPDATE: Owner Ayu Terra Ubud Dipasangi Alat Pendeteksi dan Diawasi JPU, Tersangka Jadi Tahanan Rumah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.