Mata Lokal Memilih Series di Bali
Tutik Kusuma Wardhani di Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali ke Depan: Perempuan Bali Harus Sejajar
perempuan Bali di masa depan diharapkan mampu merambah perannya di bidang sosial dan budaya.
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tutik Kusuma Wardhani, politikus dari Partai Demokrat mengungkapkan harapannya terhadap perempuan Bali di masa depan.
Menurut Tutik, perempuan Bali di masa depan harus semakin kuat dan bahkan sejajar dalam perannya dengan kaum laki-laki.
Berbeda dengan masa lampau, perempuan cenderung tak memiliki andil besar dalam keluarga.
“Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata perempuan Bali sadar bahwa perempuan Bali itu harus semakin kuat dan setara serta sejajar dalam perannya dengan kaum laki-laki,” ungkapnya dalam Talkshow Tribun Bali, Sabtu 2 September 2023.
Baca juga: Ketut Sumarta MDA: Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Memperkuat Kedudukan Desa Adat
Adanya kesetaraan peran ini, kata Tutik, dalam hal mencari nafkah.
Lebih dari itu, perempuan Bali di masa depan diharapkan mampu merambah perannya di bidang sosial dan budaya.
Merambahnya peran perempuan di berbagai bidang ini dikatakan guna ikut ambil bagian dalam rangka menyejahterakan keluarga.
“Jadi perempuan Bali ingin ikut serta dalam perannya mencari nafkah. Bagaimana perempuan Bali itu sudah masuk dan merambah dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya.”
“Tentu tujuannya adalah ingin mengambil bagian dalam kesejahteraan dan meringankan beban keluarga,” terangnya.
Wanita yang merupakan mantan Anggota DPR RI dari Demokrat itu menjelaskan, kendati peran perempuan yang kian banyak dan kompleks di masa depan, tetap diharapkan dapat patuh terhadap keluarga.
“Perempuan Bali sadar, di tengah hal yang kompleks ini, tetap patuh juga, tetap mau menjalankan tugas-tugas keluarga,” imbuhnya.
Nampaknya, Tutik merupakan cerminan perempuan Bali di masa depan.
Bukan tanpa sebab, selain sempat menjadi Anggota DPR RI, Tutik juga didapuk sebagai Ketua DPD Wanita Tani Indonesia Provinsi Bali.
Bagi Tutik, pertanian menjadi salah satu sektor guna menyokong haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan.
Bahkan, ia menepis berbagai macam stigma soal petani.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.