Berita Bali
Di Hadapan Kepala BNN RI, Beberapa Maba Undiknas Ngaku Pernah Jajal Hingga Jadi Kurir Narkoba
Di Hadapan Kepala BNN RI, Beberapa Mahasiswa Baru Undiknas Ngaku Pernah Jajal Hingga Jadi Kurir Narkoba, Apa Yang Terjadi ?
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol. Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose memanggil sejumlah mahasiswa baru di Kampus Undiknas (Universitas Pendidikan Nasional) Denpasar Bali yang merasa pernah terpengaruh obat-obatan terlarang narkotika.
Beberapa mahasiwa baru ini tak segan mengakui bahwa mereka pernah coba - coba dengan narkoba semasa duduk di bangku SMA, bahkan ada yang pernah menjadi kurir narkoba.
Kebanyakan dari mereka mengaku menjajal barang harap tersebut, seperti nyabu, menghisap ganja karena pengaruh pergaulan.
Alih-alih langsung menangkap atau merehabilitasi, atas kejujuran mereka, Golose justru memberikan apresiasi dengan memberikan mereka hadiah mulai dari sepeda, smartwatch hingga handphone.
Hal itu dilakukan Komjen Golose saat mengisi kuliah umum di Kampus Undiknas Denpasar, Bali, pada Kamis 7 September 2023 ini untuk mengingatkan prevalensi anak-anak muda yamg terpapar narkotika perlu mendapatkan perhatian seluruh elemen.
Dengan meningkatkan agen agen narkotika seperti melibatkan lebih banyak anak muda kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kuliah umum tersebut dilaksanakan dalam rangkaian PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) di lingkungan kampus setempat.
Golose membawakan materi tentang P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) dihadapan sebanyak sekitar 1.500 peserta, termasuk jalur-jalur peredaran dan masuknya narkotika.
"Hasil prevalensi sebelum 2019 1,1 persen sesudah 2021 1,38 persen, saya sayang dengan generasi muda oleh sebab itu saya canangkan Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba), safari di perguruan tinggi, dan benar prevalensi itu dari sekian mahasiswa di sini ada beberapa yang terpapar," kata Golose.
"Generasi muda Bali perlu waspada untuk prevalensi Bali tinggi peredaran tinggi semua jenis narkotika masuk di Bali, oleh sebab itu BNN lakukan pendekatan lunak terhadap mahasiswa," sambungnya.
Golose mengungkapkan, jangankan pelajar dan mahasiswa, forum akademik, dosen, bahkan aparat, pegawai negeri, pejabat, jaksa, hakim sampai anggota BNN pun rentan terpapar narkotika karena tidak mengenal strata.
Baca juga: Lebih Dari 50 Persen Pelanggar Operasi Zebra Agung 2023 Adalah Pelajar
"Forum akademik banyak pernah terpengaruh, mereka tidak dihukum, tidak boleh, harus menjauhkan dan membina mereka, itu bukan masalah, bukan menjadi musuh, yang menjadi musuh adalah bandar, bandar harus dimiskinkan," tegas Golose.
Bahkan, disampaikan golose, bahaya dari narkoba untuk generasi penerus bangsa memiliki daya rusak lebih besar dari kasus korupsi maupun terorisme.
Kata Mantan Kapolda Bali itu, jenis narkoba yang marak di kalangan pelajar dan masyarakat pada umumnya adalah tembakau gorila cannabinoid sintetis.
Prevalensi narkorika di kalangan pelajar dan mahasiswa disebutkan Golose tertinggi berada di Provinsi Sumatera Utara.
"Pengalaman tadi mengatakan mereka dipengaruhi, jadi di sini saya tekankan pentingnya limgkungan, suadara, keluarga mengkampanyekan perang melawan narkoba melindungi generasi muda," ujarnya.
Kehadiran Golose ke kampus Undiknas ini menjadi wujud komitmen BNN dalam perang melawan narkotika menggandeng civitas akademika dengan langkah soft power approach.
Ini juga menjadi kunjungan perdana Komjen Golose usai dikukuhkan dengan gelar guru besar tetap bidang ilmu kepolisian di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, pada Senin, 24 Juli 2023 lalu.
Pengukuhan guru besar tetap dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI Nomor 28862/M/07/2023 tentang kenaikan jabatan akademik dosen tanggal 8 Juni 2023 dan Surat Perintah Kepala STIK Nomor Sprin/293/VII/HUK.6.6./2023.
Di hadapan mahasiswa dia juga menyampaikan beberapa hal seperti kejahatan narkotika dalam perspektif transnational organized crime hingga new psychoactive substances.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Undiknas, Prof. Dr. Nyoman Sri Subawa, menyatakan kampus yamg dipimpinnya ini harus bebas dari Narkoba.
"Undiknas harus bebas dari narkoba," tegasnya.
Disinggung mengenai beberapa mahasiswa barunya yang pernah terpapar narkoba, Rektor menyebut bahwa hal itu adalah proses dan kedepan tentu di bangku perkuliaham seluruh mahasiswa mendapat edukasi lebih mengenai bahaya narkoba.
"Itu adalah proses yang baik, tentu kelanjutannya tidak lagi ada sebagai pengguna, ya ini awal untuk mereka, nanti setiap mata kuliah disisipkan bela negara termasuk berkaitan dengan materi bahaya narkoba, itu atensinya," jelasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.