Tali Lift Putus di Ubud
BABAK Baru Tragedi Lift Maut Ayu Terra Resort, Kontraktor Buka Suara Pasca Dilaporkan Owner ke Polda
Kontraktor lift Ayu Terra Resort Ubud, Mujiana, buka suara atas dilaporan ke Polda Bali oleh Owner Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, BALI - TribunBreakingNews!
Babak baru tragedi lift maut Ayu Terra Resort Ubud, yang menelan 5 korban jiwa terus berlanjut.
Kontraktor lift Ayu Terra Resort Ubud, Mujiana, buka suara atas dilaporan ke Polda Bali oleh Owner Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo.
Mujiana dilaporkan, dengan pasal 378 atas dugaan tindak pidana penipuan. Namun Mujiana juga mengklaim, bahwa pihaknya tidak pernah memberi rekomendasi penggunaan lift tersebut karena pengerjaan belum finishing.
Baca juga: Salah Pati Korban Tragedi Lift Maut Ayu Terra Resort, Ini Kata Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda
Baca juga: Mendiang Aries, Korban Jiwa Tragedi Lift Maut di Ubud, Minta Agar Dikremasi Bersama Arlojinya
Baca juga: UPDATE Tragedi Lift Maut Ayu Terra Resort Ubud, Kapolres Gianyar: Pasti Ada Tersangka! Ini Beritanya

"Saya tidak menyarankan digunakan, owner yang minta maksa alasannya karena okupansi penuh, saya pekerja sebatas itu, tidak bisa melarang ke owner mutlak," kata Mujiana saat dikonfirmasi awak media, pada Senin 11 September 2023.
"Penipuan, saya penipuan di mananya, barang-barang saya taruh di situ. Saya belum dikasih waktu pemasangan. Kereta masih lama itu, safety sling belum dipasang," imbuhnya.
Mujiana mengatakan, bahwa owner ingin menaikkan kapasitas, kecepatan dan meninggikan kereta lift karena ada noise pada sistem kereta yang lama dan penggunaan satu sling sesuai kesepakatan dengan owner.
"Sistemnya yang sama dengan yang lain, penggunaan slingnya satu. Dia minta itu, saya turuti. Saya tidak mengatakan (akan) fatal, karena belum selesai," tukasnya.
Ia pun menanggapi dingin laporan yang dialamatkan kepadanya. "Biarkan saja dulu laporannya," pungkas dia.
Owner Ayu Terra Resort Ubud Laporkan Kontraktor
Pemilik Ayu Terra Resort Ubud, Linggawati Utomo, mengungkapkan fakta yang sebelumnya tidak terungkap ke publik.
Dalam opini publik yang berkembang, nama Linggawati kian santer disebut-sebut menjadi dalang dan orang yang paling bertanggung jawab atas tewasnya 5 karyawan karena kecelakaan lift di resort miliknya itu, padahal Linggawati justru merasa menjadi korban.
Tak hanya buka suara mengenai fakta-fakta baru, Linggawati melalui suaminya Vincent Juwono juga melaporkan pria berinisial M selalu kontraktor ke Polda Bali.
Laporan itu dilakukannya pada Minggu 10 September 2023 yang diterima Polda Bali dengan nomor LP/B/501/IX/2023/SPKT/POLDA BALI dengan pasal 178 mengenai dugaan tindak pindana penipuan.
Salah satu fakta yang mengejutkan adalah mengenai dugaan tentang tali sling, yang menjadi sebab musabab jatuhnya lift dan ramai menjadi pembahasan di media sosial karena muncul opini publik tali sling lift 3 sling dan menjadi 1 sling.
Dikatakan Linggawati, perubahan tali sling dari jumlah 3 menjadi 1 sling tersebut sejatinya adalah upgrade dari pihak kontraktor yang digandeng berinisial M.

"Dulu waktu sling dikerjakan bapak E tidak pernah ada masalah, 3 sling 4 tahun dari 2019 lalu, Kemudian kami ingin upgrade, karena pak E tidak lanjut kerjasama, kami dikenalkan dengan M untuk upgrade, di situ arahan M upgrade menjadi satu sling bahkan disebutkan kapasitas bisa 9 orang, hasilnya jebol," kata Linggawati dijumpai di Denpasar, pada Minggu 10 September 2023 malam.
Lanjut Linggawati, upgrade sling tersebut dimaksudkan untuk bisa menambah kapasitas dari 5 orang menjadi 8 orang. Bahkan, kata Linggawati pihak kontraktor menyebut bisa menampung hingga 9 orang.
Saat penawaran, M juga menunjukkan sejumlah project besar yang ditangani, termasuk sertifikat dan lisensi yang dimiliki di bidang lift tersebut.
Di mana disampaikan M kepada Linggawati, kontraktor M ini juga menangani Hangings Gardens of Bali, dan beberapa project besar lainnya.
Yang membuat dia sebagai owner resort yang berlokasi di Kedewatan tersebut akhirnya mulai berkomunikasi, dan memercayakan proyek upgrade lift ini sejak November 2022 silam dan pengerjaan dimulai pada Maret 2023.
Disampaikan dia, kontraktor M mengakui kepadanya bahwa M lah mengerjakan Hangings Gardens of Bali, sehingga menambah rasa percaya untuk bekerjasama.
"Kami segala bukti chat ada, satu sling itu saran kontraktor, kami ingin upgrade karena bertambahnya room. Dia mengusulkan seperti Hangings Gardens, dengan satu sling, dia juga tunjukkan videonya," paparnya.
"Menurut kami dia profesional, dipelaksanaannya dengan janji 9 orang bisa mesin dengan slingnya satu sling, saya sendiri masih was-was lalu dikirim video bahwa Hangings Gardens satu sling tidak ada masalah," sambungnya.

Linggawati akhirnya sepakat memercayakan M sebagai kontraktor upgrade lift. Yang menjadi poin asalah pihak resort, bukanlah profesional lift dan seluruh pengerjaan ada di tangan kontraktor. Ia pun merasa tertipu dan rugi secara imateriil maupun materiil.
"Saya merasa ditipu dengan kejadian 1 September kemarin 5 orang tidak ada gejala apa terjadi musibah tersebut. Sangat kehilangan sekali," ujarnya.
Lift Belum Serah Terima Dari Kontraktor ke Ayu Terra Resort Ubud
Fakta baru lainnya, adalah Linggawati menyampaikan bahwa sejatinya lift tersebut masih terikat dengan kontraktor dan belum ada serah terima dari pihak kontraktor kepada pihak resort.
"Pembayaran sampai sekarang belum selesai, dia belum serah terima masih terikat kontraktor, selesia kerja baru serah terima," ujarnya.
Mengenai operasional yang dilakukan oleh pihak resort, sesuai arahan dari kontraktor M, bahwa lift sudah bisa digunakan karena sudah diganti mesin dan sling, meski rumah lift belum terpasang seutuhnya.
"Rumah liftnya belum dipasang secara utuh, baru dipasang mesin dan sling, semua baru mesin, panel kontrol dan lain-lain kecuali rel, arahan M sudah bisa dipakai," ujarnya.
Dengan nilai investasi mencapai ratusan juta rupiah, owner memercayakan upgrade tersebut kepada pihak M selalu profesional, sehingga pihak resort yang bukan profesional pun tidak mengetahui mengenai hal teknis.
"Saya tidak memahami ketajaman tempat saya 30 derajat, Hangings gardens berapa derajat tidak mengerti, saya kerjasama dengan M karena figur yang profesional sesuainyang dia tunjukkan," tuturnya.
"M juga bilang dengan basic pengalaman dia satu sling, dia bilang nyawa saya akan saya pertaruhkan, tapi itu disampaikan lisan saja," beber Linggawati.
Disampaikan oleh Linggawati pula bahwa M sudah dihubungi saat ditelepon, bahkan selama ini apabila ada perbaikan hanya diserahkan melalui assisten atau teknisinya.
Linggawati juga menampik dugaan penyusutan sling 10 persen saat upgrade, bahkan dirinya tidak pernah menyampaikan hal itu selain untuk upgrade.
Ditambahkannya, bahwa dirinya sudah melihat ke Labfor kepolisian sling yang dipasang kontraktor M dengan sling sebelumnya saat dikerjakan E dengan 3 sling.
Santunan ke Korban Jiwa
Hubungan kekeluargaan Linggawati dengan Korban, santunan Rp 40 juta dari kesepakatan tim bukan murni Linggawati.
Linggawati mengaku sangat kehilangan 5 karyawannya, yang sudah dianggap sebagai keluarga itu, dia pun tak kuasa membendung air mata saat mengingat kejadian yang menimpa kelima karyawannya itu.
"Saya sangat kehilangan ke 5 anak saya karyawan saya, saya dengan karyawan sangat dekat, kalau rugi materi saya harus tutup itu anggap saja Covid, suatu waktu bisnis bisa begini tapi kalau tentang nyawa tidak bisa dihitung tidak bisa dinilai," ucapnya.
Linggawati juga mengklaim sangat memerhatikan hak-hak dari karyawannya, termasuk mendaftarkan BPJS meskipun belum lama bekerja di resort miliknya.
"Walaupun sebentar masuk sudah BPJS, kedua mendapatkan servis di luar UMP, kalau mereka sebelum kejadian ini mereka betah karena memerhatikan hak-hak mereka," tuturnya.
Selanjutnya, mengenai nominal Rp 40 juta dari pihak resort untuk keluarga korban, Linggawati mengakui nominal tersebut bukan berasal darinya, melainkan kesepakatan tim dengan pihak keluarga.
"Dari pihak manajemen sekian puluh juta kemarin itu ada kesepakatan, di meja bukan saya yang menentukan, kalau BPJS itu dari pemerintah, jadi ada tim untuk tanggung jawab perusahaan ke korban, sekarang kami menungut pihak kontraktor," ujarnya.
Linggawati pun tidak segan, untuk melawat ke rumah dan bertemu keluarga korban karyawannya di luar jadwalnya memenuhi panggilan kepolisian, Linggawati pasti menyempatkan menemui keluarga korban.
"Saya baru datang ke beberapa karyawan bertemu dari pihak keluarga, saya akan datang kalau tidak ada panggillan polisi, karena hubungan selama ini baik," ujarnya.
Sementara itu, resort yang sempat tutup bakal kembali buka secara bertahap setelah pembersihan baik secara sekala maupun niskala kecuali yang masih tertutup police line.
"Resort bertahap, bersih bersih, police line belum dibuka dan masih maintenance , bicara kerugian tentu saya banyak merugi karena resort tutup, nama baik saya tercemar, dan banyak tamu dari luar negeri juga banyak yang tanya kepada saya ingin menginap," pungkasnya.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada respons daei pihak kontraktor M yang sudah coba dihubungi. (*)
tragedi lift maut
tali lift putus
Ayu Terra Resort Ubud
Polda Bali
kontraktor
Owner
TribunBreakingNews
Breaking News
korban jiwa
kecelakaan
tali sling
penipuan
Linggawati
Kontraktor Lift Ayu Terra Resort Ubud Bali Kecewa, Mujiana Divonis 1 tahun 6 bulan |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Owner Ayu Terra Resort Bali Vincent Juwono di Sidang Hari Ini |
![]() |
---|
Alat Pendeteksi Owner Ayu Terra Ubud Terkoneksi Internet, Dipantau Kejari Gianyar dan Kejati Bali |
![]() |
---|
Berita Bali Terkini: Bos Ayuterra Jadi Tahanan Rumah, Ini Respon Keluarga Korban Lift Maut Gianyar |
![]() |
---|
UPDATE: Owner Ayu Terra Ubud Dipasangi Alat Pendeteksi dan Diawasi JPU, Tersangka Jadi Tahanan Rumah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.