Longsor di Karangasem
Penghasilan Korban Longsor di Karangasem, Cuma Dapat 1,4 Juta per Hari Dari Mencari Batu Tabas
Penghasilan Korban Longsor di Karangasem, Cuma Dapat 1,4 Juta per Hari Dari Mencari Batu Tabas
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Fenty Lilian Ariani
"Mereka cari batu tabas. Kalau batu biasa tak laku,"jelas Diarsa.
Untuk daerah Kemoning, kata Diarsa, tidak ada lokasi penambangan.
Tetapi ada beberapa daerah yang berpotensi ditemukan batu jenis tabas serta pasir.
Satu diantaranya sekitar lokasi kejadian.
Dalam waktu dekat, desa akan mendata masyarakat yang memiliki kerja sampingan sebagai pencari batu tabas
"Kita akan data berapa jumlah warga Buana Giri, terutama di Kemoning yang kerja sebagai pencari batu. Kita akan mensosialisasikan dan menghimbau para warga untuk tidak cari batu di dekat tebing,"janji Nengah Diarsa.
Nengah Diarsa menambahkan, biasanya warga mencari batu tabas skitar lahan datar.
Tak sampai ke tebing. Peristiwa ini seharusnya jadi bahan evaluasi.
Masyarakat tak boleh mencari batu tabas di tebing."Saya minta warga tak mencari batu di tebing. Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan,"himbau Diarsa.
Kadus Kemoning, I Wayan Putu, mengutarakan hal sama. Pihaknya juga tidak mengetahui jumlah warga yang kerja sampingan sebagai pengali batu tabas.
Rata - rata warga kerja sebagai peternak. Pihaknya tetap menghimbau warganya untuk tidak cari batu di tebing.
"Lima hari lagi upacaranya,"ungkap Putu.
"Tahun 2009 lalu pernah ada warga tukang cari pasir manual tertimbun material longsor. Lokasinya sama dengan peristiwa kemarin. Memang daerah ini (Sungai Lembah Taksu) angker. Banyak warga cari ke sini,"imbuh Nengah Diarsa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wavb-edndrmnrtfgmt.jpg)