Tali Lift Putus di Ubud
Ayu Terra Resort Ubud Laporkan Vendor Lift ke Polda Bali, Pengacara: Keluar Asap & Tali Bermasalah
Berikut ini update seputar kasus putusnya tali lift yang mewaskan lima pegawai Ayu Terra Resort Ubud.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
"Kenapa digunakan. Justru dia datang memperbaiki, kemudian di-maintenance sesuai dengan kelayakan dari penggunaan,"
"Sehingga, jangan ngarang-ngarang, klien kita menggunakan tanpa rekomendasi menggunakan. Kalau tidak seizin dia, dia akan komplain kalau ada barang yang rusak," ujarnya.
Kuasa Hukum: Owner Memesan Alat Tidak Memerintahkan Jumlah Tali
Terkait tudingan pihaknya yang meminta hanya dipasang hanya satu tali sling, Wirajaya kembali menegaskan, "Kami tegaskan, owner yang memesan alat itu tidak pernah memerintahkan jumlah tali."
Baca juga: Update Kasus Lift Jatuh di Ubud: Polres Gianyar Cecar 60 Pertanyaan Pada Owner Ayu Terra Resort
"Nanti ada bukti chat-nya. Yang diminta itu, bagaimana kualitas alat itu bagus, aman, dan kapasitas daya angkutnya bisa ditingkatkan. Dari 5 menjadi 8 orang,"
"Masalah teknisnya, menggunakan tali 1, 2 atau 3, kita tidak paham. Yang paham otomatis vendor. Kita tak pernah bilang, pake tali satu saja. Ndak pernah. Owner itu tidak mengerti tentang inklinator," ujarnya.
Owner Ayuterra Resort, Linggawati Utomo menjelaskan, pihaknya dari awal tidak yakin terhadap lift tersebut.
Terlebih lagi saat satu bulan pemakaian, pada mesin lift mengeluarkan asap.
"Saya komplain saat mesin lift mengeluarkan asap. Tapi kami tidak mudah menghubungi mereka. Kita tak sertamerta ketika ada masalah, dia langsung datang."
"Saat kejadian, apakah itu layak pakai atau tidak dengan tali satu, kami tidak paham. Vendorlah harusnya dengan dasar bersertifikat dia yang harus menghitung kekuatannya, kemampuan dan keamanannya. Bukan kita. Kita ini sebenarnya hanya pengguna," ujarnya.
"Begitu dia bilang layak dipakai, ya kita ikuti. Sebelum kita bayar DP, dia menunjukkan video dari hotel lain memakai 1 sling. Karena ada rekomendasi satu hotel besar, setelah DP dan pemasangan, kita masih ragu-ragu, dikirimkan lagi video," ujar Linggawati.
Sayangkan Pihak Vendor Lift
Kepada wartawan, Wirajaya menyayangkan apa yang dilakukan oleh pihak vendor.
Terlebih lagi nilai proyek lift cukup besar.
Dari total Rp315 juta yang harus dibayarkan, pihaknya telah membayar sebesar Rp268 juta (72 persen). Karena itulah pihaknya memilih untuk melaporkan kontraktor ke Polda Bali.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.