Berita Denpasar
Imbangi Lonjakan Harga, Distribusi Beras Bulog SPHP Terus Dilakukan di Denpasar
Saat ini harga beras kembali mengalami kenaikan di pasaran. Untuk saat ini, harga beras premium mencapai Rp13.500- Rp14.000 per kilogram.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini harga beras kembali mengalami kenaikan di pasaran.
Untuk saat ini, harga beras premium mencapai Rp13.500- Rp14.000 per kilogram.
Kemudian beras medium dengan harga Rp12.500- Rp13.000 per kilogram.
Baca juga: Harga Beras Masih Mahal, Warga Berhemat Tidak Beli Beras Premium
Kondisi ini diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun nanti, yang memang menjadi momen rutin setiap tahun.
Untuk menekan lonjakan harga yang terus terjadi, pendistribusian beras medium bulog SPHP (Stabilasi Pasokan Harga Beras).
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa mengatakan, upaya pendistribusian beras bulog SPHP (Stabilasi Pasokan Harga Beras) dengan kualitas medium sudah dilakukan jauh sebelumnya.
Baca juga: Antisipasi Kemunculan El Nino, TPID Badung Pantau Distributor Beras
Hal tersebut sebagai penyeimbang dan alternatif bagi masyarakat menghadapi tingginya harga beras.
Hal ini juga diharapkan mamu mengendalikan laju harga beras di pasaran.
Adapun harga beras Bulog SPHP yakni Rp10.000 per kilogram.
Baca juga: El Nino Dikabarkan Akan Membuat Petani Gagal Panen, Persediaan Beras Masih 630 Ton di Gudang Bulog
Terkait dengan pendistribusian beras Bulog SPHP ini, Ida Bagus Mayun mengatakan, selain disiapkan di pasar-pasar tradisional, Pemerintah Kota Denpasar secara simultan menggelar kegiatan Bazar Pangan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan.
Juga ada pasar murah yang dilaksanakan oleh Disperindag.
"Kami laksanakan di masing-masing desa/kelurahan. Kami menggelar 16 kali dalam setahun," katanya.
Baca juga: Stok Beras 1,6 Juta Ton! Bulog: Jangan Ada Isu Persediaan Kurang!
Terkait cadangan beras, Pemerintah Kota Denpasar memiliki cadangan pangan daerah yakni bantuan pusat 100 ton.
Kemudian milik pemerintah daerah ada 10 ton dan tahun ini ditambahkan lagi 15 ton.
Jadi total ada 125 ton untuk cadangan pangan pemerintah daerah.
Baca juga: Harga Beras di Bali Naik, Wamendag Jerry: Mudah-Mudahan Harga Kembali Kondusif
Cadangan pangan ini dititipkan di Bulog.
"Intinya terkait kenaikan harga beras. Pemerintah sudah berusaha menyediakan kualitas medium dengan harga terjangkau yakni melalui beras SPHP yang dikeluarkan oleh Bulog, jadi masyarakat ada pilihan," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.