Berita Karangasem

Dana Rp 5 Miliar Digelontorkan Pemkab Karangasem, Menata Persimpangan Susuan yang Rusak karena Hujan

Apalagi kondisi jalanan sudah memprihatinkan. Sedangkan drainase sudah rusak, tak berfungsi maksimal seperti lainnya.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Perbaikan - Pemerintah Karangasem menggelontorkan Rp 5 milliar, untuk rekonstruksi jalan yang menghubungkan daerah Susuan - Gelumpang, hingga Jalan Kartini, Belong, dan Tiying Jangkrik. Mengingat ruas jalan mengalami kerusakan dan aliran air meluap, terutama saat turun hujan. 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Karangasem menggelontorkan Rp 5 milliar, untuk rekonstruksi jalan yang menghubungkan daerah Susuan - Gelumpang, hingga Jalan Kartini, Belong, dan Tiying Jangkrik.

Mengingat ruas jalan mengalami kerusakan dan aliran air meluap, terutama saat turun hujan.

Kepala Dinas PUPR, Perumahan, dan Permukiman Karangasem, Wedasmara, mengatakan jalan kabupaten direkonstruksi lantaran hampir 10 tahun tidak mendapat perbaikan.

Apalagi kondisi jalanan sudah memprihatinkan. Sedangkan drainase sudah rusak, tak berfungsi maksimal seperti lainnya.

"Proyek rekonstruksi jalan masih proses pengerjaan. Untuk pengaspalan ruas jalanya sudah dilakukan. Tinggal pemasangan drainase,"kata Wedasmara.

Baca juga: Debit Air di Tiga Sumber Mata Air Desa Siakin Bangli Kian Mengecil, Dampak Musim Kemarau

Baca juga: Bukti Chat Dengan Vendor Jadi Pegangan Owner Ayu Terra Resort, Tragedi Lift Maut Tewaskan 5 Orang

Perbaikan - Pemerintah Karangasem menggelontorkan Rp 5 milliar, untuk rekonstruksi jalan yang menghubungkan daerah Susuan - Gelumpang, hingga Jalan Kartini, Belong, dan Tiying Jangkrik.

Mengingat ruas jalan mengalami kerusakan dan aliran air meluap, terutama saat turun hujan.
Perbaikan - Pemerintah Karangasem menggelontorkan Rp 5 milliar, untuk rekonstruksi jalan yang menghubungkan daerah Susuan - Gelumpang, hingga Jalan Kartini, Belong, dan Tiying Jangkrik. Mengingat ruas jalan mengalami kerusakan dan aliran air meluap, terutama saat turun hujan. (Istimewa)

 

Pemasangan drainase atau gorong - gorong menggunakan jenis box culver ukuran sekitar 1.2 x 1.2.

Panjang dari Gelumpang ke Jalan Kartini, Belong, hingga Tiying Jangkrik. "Kondisi ruas jalan ini memang sudah seharusnya dilakukan perbaikan atau rekontruksi. Jalan sudah rusak memprihatinkan,"jelasnya.

"Daerah sini jadi langganan banjir saat memasuki musim hujan. Kita sudah berkali - kali lakukan kajian.

Hasilnya yakni rekonstruksi adalah solusi yang cocok, untuk mengatasi luapan aliran air hujan. Persimpangan ini adalah tempat pertemuan air sungai susuan dan air dari Bukit Gelumpang,"tambah Weda.

Pihaknya berjanji akan terus mengawasi. Mulai dari pengerjaan, spesifikasi, perencanaan, hingga kualitas bangunannya.

Untuk gorong - gorong yang dipasang melebihi spesifikasi. Ukurannya cukup besar. Mampu menampung jika debet air membludak dari Bukit Gelumpang,"jelas Weda. 

Untuk diketahui, pagu anggaran proyek rekonstruksi jalan sekitar Rp 5 milliar. Bersumber dari APBD Induk 2023.

Sedangkan nilai kontraknya sebesar Rp 4,6 milliar. Kontraktor yang mengerjakan yakni CV Budi Luhur, serta konsultan pengawas CV Nuansa Puri. Masa pengerjaannya 150 hari. Penyerahan 5 November. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved