Berita Gianyar

PROFIL Made Mahayastra Bupati Gianyar yang Segera Habis Masa Bhaktinya, Dijuluki Bupati Pembangunan

Berikut ini adalah profil dan biodata singkat Bupati Gianyar, I Made Mahayastra yang masa jabatannya segera berakhir.

|
Editor: Mei Yuniken
Istimewa
PROFIL Made Mahayastra Bupati Gianyar yang Segera Habis Masa Bhaktinya, Dijuluki Bupati Pembangunan 

TRIBUN-BALI.COMPROFIL Made Mahayastra Bupati Gianyar yang Segera Habis Masa Bhaktinya, Dijuluki Bupati Pembangunan

Berikut ini adalah profil dan biodata singkat Bupati Gianyar, I Made Mahayastra yang masa jabatannya segera berakhir.

I Made Mahayastra bersama Anak Agung Gde Mayun merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar periode pertama 2018-2023.

Setelah lima tahun berhasil memimpin Kabupaten Gianyar, jabatan I Made Mahayastra sebagai Bupati akan resmi berakhir pada Rabu, 20 September 2023 mendatang.

Lantas, siapa sebenarnya sosok I Made Mahayastra tersebut?

Dilansir dari Wikipedia dan beberapa sumber lain, inilah Profil I Made Mahayastra:

Baca juga: Seusai Menjabat Bupati Gianyar, Mahayastra Ingin Rasakan Bangun Kesiangan

Baca juga: 500 Pemangku Alunkan Doa Perpisahan Bupati Mahayastra dan Wakil Bupati Gianyar di Alun-alun

Profil

I Made Mahayastra, SST.Par., M.A.P. merupakan seorang politisi PDIP yang saat ini tengah menjabat sebagai Bupati Gianyar periode 2018-2023.

Ia lahir pada tanggal 2 Juni 1971, dan berasal dari Desa Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali.

Masa bhaktinya menjadi seorang Buparti Gianyar akan segera berakhir dalam dua hari ke depan, yaitu pada tanggal 20 September 2023.

Sebelum mendapatkan amanah untuk menjadi Bupati Gianyar, ia telah lebih dulu menjabat sebagai Wakil Bupati Gianyar periode 2014-2018.

I Made Mahayastra lahir dari pasangan seorang Ibu penjual kopi, Ni Made Sudani dan ayah seorang guru SD, I Wayan Sutama.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra.
Bupati Gianyar, Made Mahayastra. (Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta)

Pendidikan

-SDN 6 Payangan (1979 – 1985)

-SMPN 1 Payangan (1985 – 1988)

-SMAN 1 Gianyar (1988 – 1991)

-Universitas Udayana Denpasar (1991 – 1996)

-Universitas Ngurah Rai Denpasar (2009 – 2012)[4]

Organisasi

-Anggota/Saksi Pemilu Tahun 1992.

-PAC PDI Perjuangan Kecamatan Payangan (1994- 2000)

-Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gianyar (2000-2005)

-Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Prop.Bali (2005-2010)

Baca juga: Bupati Gianyar Resmikan Poli Eksekutif RSUD Gianyar, Pasien Bisa Pilih Dokternya Sendiri

Baca juga: Masa Jabatan Bupati Mahayastra Berakhir, Ratusan Pemangku Alunkan Doa Saat Perpisahan di Gianyar

Pengalaman Kerja

-Ketua DPRD Kab. Gianyar, Masa Bhakti (2004–2009)

-Ketua DPRD Kab. Gianyar, Masa Bhakti (2009–2014)

-Wakil Bupati Gianyar, Masa Bhakti (2014-2018)

-Bupati Gianyar, Masa Bhakti (2018-2023)

Raih Indeks Kepuasan Masyarakat 92 Persen

Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Gianyar periode pertama 2018-2023.

Mereka menilai, periode tersebut diakhiri dengan indah.

Pasalnya sejak masa kepemimpinannya Indeks Kepuasan Masyarakat mencapai 92 persen.

Di mana angka tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah Gianyar.

Menjelang berakhirnya masa jabatan bupati, Mahayastra mengajak seluruh jajarannya beserta masyarakat umum untuk kembali melihat berbagai pembangunan dan perubahan ke arah kemajuan di Kabupaten Gianyar melalui video kaleidoskop di Alun-alun Kota Gianyar, sembari menggelar pesta rakyat sederhana dengan menyantap nasi jinggo bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Mahayastra juga mendengarkan berbagai saran masukan dari seluruh elemen masyarakat seperti dari Perbekel, BPD, Pekaseh, Bendesa hingga Kelian.

Tidak lupa diakhir masa jabatannya periode pertama, Mahayastra juga meminta maaf atas segala kekurangannya selama menjabat sebagai Bupati Gianyar bersama Wakil Bupati Agung Mayun.

"Saya mohon maaf selama 5 tahun saya sebagai Bupati Gianyar sudah tentu tidak sempurna, tentu banyak kekurangan saya. Karena dalam pembangunan bagus sekalipun pasti ada beberapa sektor, beberapa kelompok, selaku pribadi yang kena imbas dari pembangunan itu yang kurang merasa nyaman saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ujarnya.

Karena dinilai memiliki lompatan kemajuan yang pesat, banyak masyarakat yang memberikan testimoni positif dan dukungan kepada Mahayastra untuk kembali melanjutkan pembangunan di Kabupaten Gianyar.

Dalam acara tersebut juga dipaparkan perjalanan Paket Aman dalam memimpin Gianyar. Yakni di awal kepemimpinan Paket Aman, untuk meningkatkan PAD telah dilakulan pemberian insentif pajak berupa penghapusan denda pajak daerah, pelayanan mobil keliling, pelaporan dan pembayaran pajak secara online.

Di mana hal tersebut terbukti dapat meningkatkan PAD sebesar Rp 600 miliar, hingga menyentuh Rp 1,2 triliun di tahun 2019.

Di tahun kedua kepemimpinan Made Mahayastra dan Agung Mayun, diuji ketika pandemi covid-19 melanda.

Namun dengan kejeliannya, Pemerintah Kabupaten Gianyar berhasil mendapatkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 500 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, sehingga pembangunan di Gianyar dapat berjalan dan terlaksana dengan baik.

Selain itu, untuk menggerakkan roda perekonomian, Bupati Mahayastra juga membangun berbagai fasilitas umum, mulai dari Pasar Rakyat Gianyar, Pasar Tematik Ubud, Pasar Seni Sukawati blok A, B, dan C serta pasar-pasar desa.

Dalam menata keindahan kota, juga dibangun Alun-alun Gianyar, Patung Kapten Dipta, Taman Darma Raksata-Raksita, Lampu Kota Gianyar, Taman Subak Petanu, Taman Maheswara, Puspem Payangan, Revitalisasi Stadion Dipta serta perbaikan jalan kabupaten dan desa.

Selain itu, Bupati Mahayastra juga membangun di berbagai bidang lainnya. Seperti bidang pendidikan dengan menyediakan angkutan siswa "Aman Untuk Anak Kita" yang memberi kemudahan transportasi bagi pelajar, penerimaan siswa secara online demi transparansi melalui Aplikasi PPDB, pembangunan Taman Penitipan Anak Negeri pertama di Bali.

Di bidang kesehatan yang menjadi fokus kepemimpinanya, Bupati Mahayastra juga memberikan bantuan kesehatan (BK) bagi mayarakat yang ber-KTP Gianyar. Sehingga dengan adanya BK, masyarkat dapat pelayanan gratis di puskesmas, rumah sakit hingga rumah sakit lain yang menjadi rujukan.

Bahkan untuk, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Bupati Mahayastra merevitalisasi RSUD Sanjiwani dan membangun RSU Payangan guna memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat Gianyar Utara yang didukung dengan tenaga medis yang andal.

Sebagai daerah wisata yang masyarakatnya kebanyakan menggantungkan hidup di sektor pariwisata.

Mahayastra juga mendorong desa menjadi desa wisata, yang akan menjadi pendapatan desa. Bahkan dirinya sudah mecanangkan Kawasan Wisata Ulapan (Ubud, Tegalalang, dan Payangan) yang dikembangkan dengan model zona wisata.

Bidang pertanian dan ketahanan pangan, Mahayastra telah melakukan perbaikan saluran irigasi subak, melakukan demplot dan pengembangan pertanian organik serta mensinergikan kegiatan Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (PUSPA AMAN) dengan Aku Hatinya PKK dan TPS3R.

Bahkan untuk mendukung pemerintahan, juga dibangun berbagai aplikasi pelayanan publik, seperti PPDB, Gianyar Aman, PPID, Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (LAPOR!-SP4N), E-Surat, Probity Audit, Data Sosial, dan Dashboard Pimpinan.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved