Berita Tabanan

Pesta Miras Bawa Petaka di Tabanan! Tragedi Pembacokan Dengan Celurit Makan Korban, 1 Orang DPO!

Didik kini mendapat perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Sanglah. Setelah menangkap tersangka, polisi mendapatkan klarifikasi bahwa Didik yang datang memba

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN BALI/MADE ARDHIANGGA
PESTA BERDARAH - Polisi menunjukkan dua tersangka kasus pembacokan Didik Haryono, Selasa (19/9). Satu pelaku lainnya masih buron. Masalah berawal dari pesta miras kemudian terjadi ketersinggungan hingga berujung pembacokan.  

TRIBUN-BALI.COM - Tersangka penganiayaan berdarah di sebuah proyek vila, Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, mengaku mabuk saat menebas dan membacok Didik Haryono (28).


Kedua tersangka yakni, Gedion Lendu alias Dion (27) dan Andreas Bengo Ole alias Andika (33) asal NTT cekcok dengan Didik. Mereka melayangkan senjata tajam ke warga asal Madura tersebut hingga dia kritis.


Didik kini mendapat perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Sanglah. Setelah menangkap tersangka, polisi mendapatkan klarifikasi bahwa Didik yang datang membawa celurit dan melontarkan nada ancaman.


Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Arung Wiratama mengatakan, kasus ini terjadi karena perselisihan. Pesta miras digelar oleh dua kelompok. Namun ia belum bisa memastikan apakah korban dan tersangka berbeda kelompok atau dalam satu kelompok.


Dari pesta miras itu, kata Arung, ada tindakan dari satu orang yang membuat kelompok lain tersinggung. Kemudian terjadi tatap menatap dan saling jual beli gertakan. Mereka berujar berani satu sama lain.


“Awalnya pesta miras, terus ada saling tatap dan saling sahut menyahut. Kata-katanya itu ‘Apa lihat-lihat saya’. Kemudian, disahut lagi oleh kelompok yang satunya, ‘memangnya salah lihat-lihat?’. Akhirnya terjadi keributan,” ucapnya, Selasa (19/9).


Kata Arung, dari dua kelompok itu, salah satu pihak meminta damai. Mereka yang sempat tersinggung itu berbaikan dan kembali minum bersama. Damai hanya sebentar, dalam hati mereka masih dendam.

Baca juga: Lahan Kebun Warga Terbakar! Titik Api Diduga Pembakaran Kayu Sisa Banjir Bandang,4 Damkar Dikerahkan

Baca juga: Sisa Potongan Kayu Kering Jadi Penyebab Kebakaran di Desa Abang Kintamani Bangli 

Ilustrasi - Tersangka penganiayaan berdarah di sebuah proyek vila, Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, mengaku mabuk saat menebas dan membacok Didik Haryono (28).
Ilustrasi - Tersangka penganiayaan berdarah di sebuah proyek vila, Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, mengaku mabuk saat menebas dan membacok Didik Haryono (28). (Istimewa)


Keributan kembali pecah ditandai aksi dorong-dorongan. Kata Arung, Didik datang membawa celurit dan ingin menebas Dion dan Andika. Merasa terancam, mereka merebut celurit kemudian memakainya untuk menebas dan membacok Didik.


“Yang memegang celurit adalah korban (Didik). Kemudian korban ada sedikit melakukan tindakan mengancam. Akhirnya sempat ditahan oleh dua tersangka. Satu tersangka menahan korban dan satu lainnya mengambil celurit korban dan terjadilah pembacokan itu,” ungkapnya.


Polisi masih memburu satu pelaku lainnya yakni Octa. Arung mengatakan, Octa diduga ikut bersama-sama menganiaya Didik. “Yang aktor utama dan memiliki peran penting yang kedua tersangka ini,” ungkapnya.


Arung menjelaskan, setelah sempat kritis, Didik sudah membaik dan siuman. Ia sudah bisa makan dan minum. Hanya saja kondisinya belum betul-betul pulih sehingga polisi tidak dapat meminta keterangan. “Kasus ini masih pengembangan penyelidikan sehingga masih perlu pendalaman. Terhadap kemungkinan tersangka baru bisa ada,” kata dia.


Didik dibacok oleh sesama buruh proyek vila Jumat 8 September 2023. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ada beberapa alat bukti penganiayaan yang disita. Kasus ini berawal saat mereka pesta miras.


Terjadi ketersinggungan kemudian berujung perkelahian berdarah. Saat polisi mendatangi lokasi, korban sudah terkapar bersimbah darah. Penganiayaan dilakukan oleh beberapa orang menggunakan celurit. Satu dari tiga pelaku masih dalam pengejaran. (ang)


Membidik Pelaku Lain


Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Arung Wiratama mengatakan, ada satu saksi yang dicurigai ikut melakukan penganiayaan. Namun dari interogasi, ternyata kurang cukup bukti. Keterangan dua tersangka menyebutkan saksi ini tidak ikut dalam peristiwa penganiayaan itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved