Berita Karangasem

Perjuangan Dadong Gunung di Hari ke-3 Perawatan, Korban Kebakaran di Desa Nongan Meninggal Dunia

Gunung memadamkan api dengan peralatan seadanya, suaranya serak berteriak meminta bantuan.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
MEMADAMKAN API - Warga berjibaku memadamkan api yang membakar dapur milik Ni Made Gunung, Kamis (28/9). Akibat kejadian ini, Made Gunung meninggal dunia setelah dapat perawatan di rumah sakit. 

TRIBUN-BALI.COM - Usai sudah perjuangan hidup Ni Made Gunung. Lansia berusia 80 tahun itu mengembuskan napas terakhir di RSUD Klungkung, Minggu (1/10). Ia mendapatkan luka bakar serius saat berjibaku memadamkan api yang sedang mengamuk membakar dapurnya.

Peristiwa kebakaran itu terjadi di Banjar Saren Kaler, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Kamis (28/9) pukul 11.00 Wita. Dadong Gunung mencoba memadamkan api seorang diri sebelum dibantu keluarga dan warga.

Perbekel Nongan, Wayan Daging menjelaskan, Dadong Gunung mendapatkan luka bakar serius di punggung, tangan, kaki dan badan bagian depan. "Meninggalnya tadi pagi (kemarin). Jenazahnya masih di RSUD Klungkung. Rencana akan dibakar, Senin (hari ini) karena sekarang masih ada upacara di desa," ujar Daging.

Baca juga: KPU Wanti-wanti Bacaleg Segera Unggah SK Pengunduran Diri Dari Jabatan

Baca juga: Bar Takeover di Henry’s Grill & Bars Grill & Bar Aryaduta Bali

Ni Made Gunung (80), lansia Saren Kaler, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem alami luka bakar setelah dapur semi permanen miliknya terbakar, Kamis (28/9/2023) pukul 11.00 Wita. Lokasi kejadiannya di Br. Dinas Saren Kaler, Nongan, Kec. Rendang, Karangasem.
Ni Made Gunung (80), lansia Saren Kaler, Desa Nongan, Kecamatan Rendang, Karangasem alami luka bakar setelah dapur semi permanen miliknya terbakar, Kamis (28/9/2023) pukul 11.00 Wita. Lokasi kejadiannya di Br. Dinas Saren Kaler, Nongan, Kec. Rendang, Karangasem. (Istimewa)

Kebakaran tersebut membuat dapur berukuran 3x4 meter begitu juga dengan isinya ludes tak tersisa. Peristiwa berawal saat Made Gunung memasak menggunakan kayu bakar. Setelah menghidupkan api di tungku, ia keluar dapur.

Sesaat kemudian ia kembali namun api sudah membesar dan membakar barang di dapur. Gunung begitu panik. Tubuhnya renta, gemetar dia memberanikan diri masuk ke dapur. Ia berjibaku memadamkan amukan si jago merah.

Gunung memadamkan api dengan peralatan seadanya, suaranya serak berteriak meminta bantuan. Warga yang mendengar teriakan itu berdatangan memberi bantuan. Keluarga berhasil menyelamatkan Dadong Gunung.

Perbekel Nongan, I Wayan Daging mengatakan, kebakaran terjadi karena kelalaian Ni Made Gunung. "Api menjalar dan membakar benda-benda di dekat tungku. Api semakin membesar dan menjalar ke benda lain," kata Daging.

"Korban diselamatkan anak dan cucunya dan langsung dibawa ke Puskesmas Rendang untuk mendapat perawatan. Kasus ini tidak dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem," kata dia.

Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, korban mendapatkan bantuan kompor dan regulator, sembako dan matras untuk tempat tidur. "Semoga dengan bantuan yang diberikan, dapat meringankan korban yang terkena musibah," kata Arimbawa. (ful)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved