Bereaksi

Resah Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Mangkrak, Forum Perbekel Bereaksi, Ingin Temui Pj Gubernur Bali

Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan menjadi jalan tol kedua setelah Tol Bali Mandara di Bali.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Forum Perbekel dari tiga kabupaten yakni Jembrana, Tabanan dan Badung menggelar rapat di Desa Buahan, Tabanan.  Mereka sepakat untuk bertemu dengan PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya membahas kejelasan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi.  

TRIBUN-BALI.COM - Forum Perbekel dari tiga kabupaten, yakni Jembrana, Tabanan dan Badung meminta kejelasan terkait kelanjutan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi. Saat ini mega proyek tersebut mangkrak. Forum Perbekel bersurat kepada PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya agar bisa bertemu.

Perbekel Desa Lalanglinggah, Nyoman Arnawa mengungkapkan, mereka sudah menggelar pertemuan pada Sabtu 30 September 2023 kemarin. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan Perbekel dari Tabanan, Badung dan Jembrana.

Dalam pertemuan itu, Forum Perbekel dari tiga kabupaten ini sepakat meminta kejelasan kelanjutan proyek tol Gilimanuk-Mengwi atau Tol Jagat Kerthi Bali. Langkah ini diambil karena ada keresahan dari masyarakat yang terdampak tol terkait kelanjutan proyek ini.

“Intinya ini kan mulai dari perjalanan program tol Gilimanuk-Mengwi. Dimana ada isu simpang siur, yang berembus di masyarakat terdampak wilayah desa. Warga ini sangat wajar atau normal mempertanyakan kelanjutannya (proyek tol),” ucapnya Senin (2/10).

Baca juga: Imigrasi Denpasar Buru WNA Telanjang di Pura, Simak Berita Selengkapnya!

Baca juga: LOWONGAN PPPK di Jembrana, 371 Orang Sudah Daftarkan Diri, Total Kuota 1.246 Formasi

Forum Perbekel dari tiga kabupaten yakni Jembrana, Tabanan dan Badung menggelar rapat di Desa Buahan, Tabanan.  Mereka sepakat untuk bertemu dengan PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya membahas kejelasan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi. 
Forum Perbekel dari tiga kabupaten yakni Jembrana, Tabanan dan Badung menggelar rapat di Desa Buahan, Tabanan.  Mereka sepakat untuk bertemu dengan PJ Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya membahas kejelasan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi.  (Istimewa)

Kata dia, perbekel tidak boleh berbicara sembarangan. Maka dari itu, untuk mengetahui informasi pasti, harus bertemu dengan PJ Gubernur Bali. Dengan demikian akan diketahui bagaimana komitmen Pemprov Bali terhadap desa terdampak, khususnya dari tiga kabupaten yakni Jembrana Tabanan dan Badung yang akan dilintasi proyek tersebut.

“Karena ini keresahan masyarakat, maka kami berupaya melakukan audiensi. Intinya mencari informasi kelanjutan. Kami tidak mau salah juga memberikan informasi ke masyarakat kami. Audiensi itu juga nanti bisa menjembatani keinginan dari masyarakat melalui kami (perbekel),” jelasnya.

Arnawa menjelaskan, surat audiensi sudah dikirim langsung sesaat setelah rapat atau pada Sabtu 30 September 2023. Ia berharap cepat mendapat tanggapan dari PJ Gubernur. Kata dia, sudah sudah ada tim turun mempersiapkan tahapan-tahapan proyek, mulai inventarisasi lahan yang akan dilintasi tol hingga pematokan.

“Nah sekarang ini mandeg kegiatan tidak ada. Jadi kan menyebabkan keresahan. Makanya kami itu mencari kepastian ke PJ Gubernur Bali bisa memfasilitasi pertanyaan masyarakat ini,” demikian bebernya.

Dilansir dari laman resmi Kementerian PUPR, jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan menjadi jalan tol kedua setelah Tol Bali Mandara di Bali. Jalan tol ini mencakup tiga kabupaten yaitu Kabupaten Jembrana, Tabanan, dan Badung.

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi diharapkan dapat mengakomodir kendaraan dari barat ke timur dan sebaliknya serta menjadi jalur alternatif dari pelabuhan Gilimanuk ke arah ibu kota Provinsi Bali yaitu Denpasar.

Selain itu, pembangunan jalan tol ini diharapkan dapat mengantisipasi volume lalu lintas dengan terkoneksinya kawasan-kawasan pembangunan strategis berdasarkan RTRW Bali 2009-2029 kedalam jaringan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi. (ang)


Dukung Asalkan Jelas

Perbekel Desa Lalanglinggah, Nyoman Arnawa mengungkapkan, pihaknya telah membentuk struktur forum perbekel yang desa mereka terdampak tol saat rapat gabungan di Kantor Desa Buahan yang dihadiri sepuluh perbekel dari tiga kabupaten.

Ketuanya, Arnawa sendiri. Kemudian ada koordinator di tiap wilayah kabupaten. Ia menyontohkan, Perbekel Desa Sembung I Ketut Sukerta sebagai Koordinator wilayah I Badung. I Gusti Putu  Gede Purwa Adnyana  jadi koordinator wilayah II Tabanan dan I Gusti Putu Ediana koordinator wilayah III Jembrana.

Pada dasarnya, kata dia, masyarakat berkomitmen mendukung proyek tol tersebut. Bahkan ada rencana membuat video dukungan yang akan dilakukan masing-masing perbekel terdampak jalan tol di tiga kabupaten tersebut. Namun asalkan ada kejelasan keberlanjutannya. (ang)


Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved