Berita Klungkung
Polres Klungkung Petakan Daerah Rawan Konflik Saat Pemilu
Polres Klungkung menggelar simulasi untuk pengamanan Pemilu 2024 di Gor Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, Rabu (4/10/2023).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Polres Klungkung menggelar simulasi untuk pengamanan Pemilu 2024 di Gor Swecapura, Desa Gelgel, Klungkung, Rabu, 4 Oktober 2023.
Simulasi difokuskan pada pengamanan protes massa, yang dianggap sangat berpotensi terjadi di TPS (tempat pemungutan suara) saat pemilu.
Saat Simulasi, digambarkan kericuhan terjadi di Tempat pemungutan Suara (TPS) yang ada di Lapangan GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung.
Kericuhan bermula saat salah seorang saksi dari parpol tertentu, protes atas hasil penghitungan suara di TPS.
Saksi tidak terima dengan hasil penghitungan perolehan suara yang dilakukan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Saksi protes karena menduga ada kecurangan dalam penghitungan tersebut.
Tidak berselang lama, entah dari mana datangnya massa langsung merangsek ke TPS.
Melihat pergerakan massa, petugas keamanan yang berjaga di TPS langsung minta bantuan kepada pihak Polres Klungkung.
Aparat keamanan dari Polres Klungkung turun ke lokasi menghalau massa.
Namun massa tidak terkendali, aparat terpaksa menurunkan kendaraan taktis berupa kendaraan water canon untuk menghalau massa.
Massa kocar-kacir namun mereka kembali berunjuk rasa ke Kantor KPUD Klungkung. Simulasi ini dipantau langsung oleh Kapolres Klungkung AKBP I Nengah Sadiarta.
Baca juga: Dijerat Pasal Berlapis Edarkan Sabu dan Pil Koplo, Dua Sekawan ini Pasrah Divonis Bui 8,5 Tahun
Persiapan untuk Pemilu 2024 mendatang, Polres Klungkung telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan konflik, khususnya yang berkaitan dengan pemungutan suara.
Pemetaan daerah rawan konflik ini, berdasarkan data historis masa lalu dan data terkini. Pemetaan daerah rawan konflik ini akan berpengaruh kepada pola pengamanan di beberpaa wilayah saat Pemilu 2024.
"Kami berharap situasi yang disimulasikan tidak terjadi. Kalau pun terjadi kami sudah siap melakukan pengamanan,” ujar Kapolres AKBP I Nengah Sadiarta, Rabu, 4 Oktober 2023
Simulasi ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan personel, jika ada gangguan keamanan saat pemilu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.