Perang Palestina Vs Israel

Konflik Palestina-Israel Kian Memanas, Ini Tangapan Bacapres Anies Baswedan hingga Prabowo Subianto

Sejumlah tokoh politik Indonesia memberikan tanggapannya mengenai konflik Palestina dan Israel yang kian memanas.

Editor: Mei Yuniken
AFP/SAID KHATIB via Tribunnews
Warga Palestina menguasai tank Israel setelah melintasi pagar perbatasan dengan Israel dari Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 7 Oktober 2023. Rentetan roket ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza saat fajar ketika militan dari daerah kantong Palestina yang diblokade menyusup ke Israel , dengan sedikitnya satu orang tewas, kata tentara dan petugas medis. 

TRIBUN-BALI.COMKonflik Palestina-Israel Kian Memanas, Ini Tangapan Bacapres Anies Baswedan hingga Prabowo Subianto

Sejumlah tokoh politik Indonesia memberikan tanggapannya mengenai konflik Palestina dan Israel yang kian memanas.

Bakal calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan menyatakan dukungannya terhadap sikap pemerintah Indonesia dalam meredam konflik Palestina dan Israel.

Menurut Anies, ekskalasi atau meningkatnya konflik tersebut bermula dari ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan terus menerus.

"Ketegangan yang muncul itu berakar pada ketidakadilan, penindasan dan pendudukan pada tanah Palestina oleh Israel," ujar Anies, di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/10/2023) dikutip dari YouTube KompasTV.

Anies juga menyebutkan bawa pemicu konflik ini kembali terulang merupakan hasil dari rentetan tindak kekerasan yang dilakukan Israel.

Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan Israel di antaranya hampir 600 orang Palestina meninggal terbunuh dalam 2,5 tahun terakhir.

Bahkan sehari sebelum peristiwa 7 Oktober, kata Anies, seorang pemuda Palestina dibunuh beramai-ramai oleh pemukim ilegal di Huara.

Baca juga: MEMANAS! Perang Hamas vs Israel Masih Berlangsung, Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Persen

"Dan bila kita lihat datanya menunjukkan, ada tindakan yang berwujud kekerasan, hampir 600 orang Palestina meninggal terbunuh dalam 2,5 tahun terakhir dan tidak ada penegakan hukum bagi pelakunya."

"Bahkan sehari sebelum peristiwa 7 Oktober, seorang pemuda Palestina dibunuh beramai oleh pemukim ilegal di Huara," ucap Anies.

Bola api dan asap membubung di atas sebuah bangunan di Kota Gaza pada 7 Oktober 2023 saat serangan udara balasan Israel yang menghantam gedung Menara Palestina.
Bola api dan asap membubung di atas sebuah bangunan di Kota Gaza pada 7 Oktober 2023 saat serangan udara balasan Israel yang menghantam gedung Menara Palestina. (AFP/MAHMUD HAMS via Tribunnews)

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga melihat ketidakadilan lainnnya di Palestina.

Seperti pendudukan tanah, penekanan kepada warga, dan perluasan permukiman ilegal sehingga menimbulkan perlawanan.

Anies pun mendorong agar konflik ini dapat diselesaikan dari akar masalahnya, agar kekerasan tak kembali terjadi.

"Karena itu, kami melihat pentingnya kita semua untuk mendukung penyelesaian akar masalahnya (ketidakadilan), selama itu tidak diselesaikan maka akan terus berulang," katanya.

Anies mendukung sikap yang diambil Indonesia untuk menurunkan ketegangan dan proses perundingan yang lebih adil.

Ia mendukung pemerintah yang terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina

"Saya mendukung sikap yang diambil Indonesia selama ini, bahwa kita memperjuangkan untuk ada penurunan ketegangan, proses perundingan yang lebih adil dengan memperhatikan hak rakyat Palestina, dan menghentikan praktek politik apartheid yang dilaksanakan oleh Israel," jelas Anies

Prabowo Gerak Cepat Pimpin Ratas Buntut Konflik Palestina-Israel

Prabowooo
bakal Calon Presiden (Bacapres), Prabowo Subianto

Sementara itu, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto batal menghadiri acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di rumah Afriansyah, Jakarta Selatan, yang dijawalkan Minggu (8/10/2023).

Sekretaris Jenderal Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor mengungkapkan, Prabowo mendadak harus memimpin rapat kabinet terbatas terkait Timur Tengah.

"Saya baru dapat WA (Whatsapp), Bapak Prabowo tidak bisa hadir. Dan beliau memimpin rapat kabinet terbatas soal Timur Tengah," ujar Afriansyah, Minggu, dikutip dari Kompas.com.

Afriansyah mengungkapkan, rapat terkait perang antara Israel dan Palestina.

Menurut Afriansyah, Rumah Sakit (RS) Indonesia di sana turut terkena bom.

Terbaru, sebanyak 1000 lebih orang tewas akibat perang ini.

"Jadi ada kejadian hari ini perang di Israel, di Palestina, rumah sakit dibom. Rumah Sakit Indonesia dibom di Palestina," katanya.

Afriansyah pun meminta doa untuk keselamatan orang-orang di Palestina.

"Kita doakan keluarga besar kita yang berada di seluruh dunia," tuturnya.

Baca juga: 1.000 Orang Tewas Dalam Serangan Hamas dan Israel, 2.300 Orang Luka-luka

Anggota Komisi I DPR Tekankan Solusi Damai

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS Sukamta menyebut bahwa kekerasan di Palestina tidak akan pernah berhenti total selama Israel terus menjajah Palestina.

“Tidak ada yang bisa menerima penjajahan yang di dalamnya terdapat represi, kekerasan dan pelecehan nilai-nilai kemanusiaan selama lebih dari 70 tahun. Kebijakan penjajahan yang rasis dan penuh kebencian yang diterapkan terhadap mereka bahkan sebagian besar dari mereka telah diperlakukan seperti hidup dalam penjara terbuka selama lebih dari 25 tahun akibat dari kebijakan mengisolasi wilayah mereka,” kata Sukamta dalam keterangan dikutip Senin (9/10/2023).

“Rasanya naif kalau orang membayangkan mereka akan menerima terus dan suatu saat tidak akan memberontak dengan kekerasan sebagai langkah terakhir mempertahankan eksistensi dan kehormatan mereka,” ucapnya.

Sukamta mengatakan, bangsa Indonesia, yang mengalami penjajahan serupa dan harus berjuang sendiri merebut kemerdekaanya melalui perang kemerdekaan, sangat memahami apa yang sedang dialami Bangsa Palestina.

“Walaupun demikian, kami menyerukan kedua pihak perlunya penyelesaian secara damai. Semua pihak harus bersedia duduk bersama dan saling terbuka menerima tawaran solusi perdamaian dengan konsep dua negara berdaulat yang berdampingan,” ucap Wakil Ketua BKSAP DPR RI ini.

Baca juga: Amerika Serikat Nyatakan Dukungan untuk Israel, Kapal Perang dan Pesawat Tempur Siap Dikerahkan

Indonesia, imbuhnya, sesuai amanah UUD 1945 untuk menghilangkan penjajahan di dunia perlu menggalang dukungan lebih luas ke negara-negara yang selama ini diam atau mendukung Israel.

“Dukungan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jerman atas kejahatan Israel terhadap Palestina menjadikan Israel masih terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina," ucapnya.

Lebih lanjut, Sukamta juga meminta pemerintah Indonesia mendorong Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk lebih tegas terhadap Israel dan lebih maksimal mendukung Palestina.

"Penjajahan yang terus menerus pasti akan memunculkan kekerasan dan pada gilirannya akan menjadi siklus yang melahirkan kekerasan baru. Maka perdamaian dan implementasi dua negara berdampingan secara berdaulat adalah solusi damai yang lebih abadi,” tandas Sukamta

 (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies Dukung Sikap Pemerintah Redam Konflik Israel-Palestina,

Baca juga: Imbas Serangan Balasan Israel, Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Turut Jadi Sasaran Roket

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved