Bikin Pernyataan Wayan Mirna Bukan Tewas karena Racun Sianida, Berikut Profil dr Djaja Surya Atmadja

Bikin Pernyataan Wayan Mirna Bukan Tewas karena Racun Sianida, Berikut Profil dr Djaja Surya Atmadja

Istimewa
Bikin Pernyataan Wayan Mirna Bukan Tewas karena Racun Sianida, Berikut Profil dr Djaja Surya Atmadja 

Iklan untuk Anda: Neraka di langit: Pesawat penumpang bertabrakan secara langsung
Advertisement by
 
Ia merupakan ahli forensik yang bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan terlibat dalam penanganan jenazah Mirna pada 2016 silam.

Saat itu, ia melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kematian Mirna.

Namun, dalam persidangan, ia memberikan kesaksian bahwa tidak ada bukti kontaminasi sianida dalam tubuh Mirna, yang berbeda dari tuduhan yang telah dipercayai publik.

Pendidikan dr Djaja Surya Atmadja

Dokter Djaja menyelesaikan pendidikan kedokteran sarjana di FKUI dan selesai tahun 1986.

Usai lulus dan mendapat gelar dokter, beliau melanjutkan pendidikan Spesialis Forensik di universitas yang sama (UI) dan lulus tahun 1990.

Tak cukup sampai situ saja, dr. Djaja merupakan sosok yang sangat menyukai belajar, hingga akhirnya beliau memutuskan mengambil gelar Ph.D bidang DNA Forensik di Kobe University, Jepang dan lulus tahun 1995.

Ternyata ilmu bidang kedokteran yang dikuasainya tak membuat dr. Djaja puas, sehingga membuat beliau terus haus akan ilmu dan membuatnya belajar bidang sosial humaniora yaitu ilmu hukum.

Dr. Djaja kembali menjadi mahasiswa S1 Ilmu hukum UI yang berhasil lulus tahun 2001.

Tak puas sampai di situ, dr. Djaja terbang ke National School of Public Health, Utrecht, Belanda untuk belajar Kedokteran Forensik jenjang diploma yang juga berhasil lulus tahun 2001.

Perjalanan Karier dr Djaja Surya Atmadja

Mentereng dengan lima gelar yang dimiliki, dr Djaja memiliki karir yang juga mengesankan, beliau pernah menjabat sebagai Presiden Indo Pacific Association of Law, Medicine, and Science (INPALMS) sejak tahun 2016-2019.

Bukan hanya aktif sebagai dosen FKUI saja, dr. Djaja juga mengajar di Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta sebagai dosen kedokteran forensik dan hukum kesehatan sejak tahun 2001 hingga sekarang.
dr Djaja Surya Atmadja juga seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan terlibat menangani jenazah alm. Mirna Salihin secara langsung tahun 2016 lalu.

Pria 63 tahun ini juga merupakan dosen sekaligus dokter yang begitu disegani dengan keilmuannya.

Beliau merupakan ahli DNA forensik pertama di Indonesia yang kiprah karir dalam kedokterannya dipercaya banyak orang sebagai seorang praktisi di bidang forensik.

Artikel ini telah tayang di Pos Belitung

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved