Berita Tabanan
Yanto Tunggu Dua Jam Antre Buang Sampah Di Kelating
Imbas dari kebakaran TPA Suwung dan Mandung membuat pengalihan pembuangan sampah dilakukan di TPA Kelating,
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Imbas dari kebakaran TPA Suwung dan Mandung membuat pengalihan pembuangan sampah dilakukan di TPA Kelating, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabuptaen Tabanan. Dampaknya, kini memang antrean truk sampah tidak bisa terhindarkan.
Kemudian, petugas juga kewalahan, karena TPA bekas galian C itu haru menampung sampah dari tiga kabupaten/kota. Yakni Denpasar, Badung dan Tabanan sendiri.
Seorang pengangkut sampah, Yanto mengaku, memang harus mengantre selama dua hingga tiga jam untuk bisa membuang sampah.
Karena memang mengantre dan tidak bisa langsung menuju TPA.
“Kurang lebih dua atau tiga jam lah, mas,” ucapnya, Selasa 17 Oktober 2023.
Yanto mengaku, bahwa biasanya ia membuang di TPA Suwung untuk sampah yang diangkutnya dari Kerobokan, Kuta Utara, Badung itu. Karena kebakaran TPA Suwung maka, sejak kebakaran kapan lalu itu pembuangan dialihkan ke TPA Kelating. Apalagi, TPA Mandung juga tidak bisa menampung karena alasan kebakaran juga.
“Biasanya di Suwung karena kebakaran ya ke sini. Ini sampah-sampah dari restoran Villa dari Kerobokan,” ungkapnya.
Di bagian terpisah, Bendesa Adat Kelating Dewa Made Maharjana mengatakan, rata-rata dalam sehari ada 66 truk pengangkut sampah yang datang sejak adanya kebakaran di TPA Suwung dan Mandung, dan menjadikan lahan galian C tersebut sebagai tempat pembuangan sementara. Perhari maksimal 70 truk.
“Mulai hari Minggu kemarin sudah banyak sampah yang datang,” katanya.
Baca juga: Ramalan Zodiak Rabu 18 Oktober 2023 untuk Capricorn, Aquarius dan Pisces: Karir, Cinta dan Kesehatan
Baca juga: Luas Lahan Gunung Agung Yang Terbakar Capai 745 Hektare
Dia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan untuk mendatangkan alat berat untuk mempercepat proses penguraian tumpukan sampah sehingga mengurangi bau dan antrian armada pengangkut sampah.
Sebab, hanya ada satu alat berat yang beroperasi dan kondisinya pun sudah tua. Tentunya itu supaya pihaknya tidak kewalahan seperti saat ini.
“Jadi itu juga untuk mempercepat proses penanganan sampah dan tidak ada mobil sampah yang sampai antre di jalan desa," ungkapnya. (*).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.