Berita Buleleng
Keluarga Akui Buang Potongan Kaki Manusia, Ditemukan Remaja 13 Tahun, Mengambang di Laut
Setelah diselidiki, potongan kaki itu merupakan milik seorang pasien di RSUD Buleleng yang usai menjalani tindakan amputasi.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Potongan kaki manusia ditemukan di Pantai Penimbangan, Kecamatan Buleleng. Setelah diselidiki, potongan kaki itu merupakan milik seorang pasien di RSUD Buleleng yang usai menjalani tindakan amputasi.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, potongan kaki manusia mulanya ditemukan oleh Made Mahatma Putra Sudaya (13) Jumat siang kemarin. Kala itu Sudaya sedang bermain di Pantai Penarukan. Ia tiba-tiba menemukan potongan kaki yang semula dikira kaki babi. Kaki tersebut mengambang di laut.
Sudaya menarik potongan kaki tersebut ke darat. Setelah di darat, betapa terkejutnya dia saat melihat ternyata kaki tersebut merupakan organ tubuh manusia dengan panjang sekitar 40 centimeter. "Kaki yang ditemukan itu dari betis sampai telapak kaki. Telapak kakinya masih terbungkus perban," ucap AKP Diatmika, Minggu (22/10).
Baca juga: Petani Terbiasa Pakai Bahan Kimia, Suwirta Tawarkan Pupuk Organik Hasil TOSS Center
Baca juga: Kebakaran Hutan Lereng Gunung Agung Masih Sisa Tiga Titik
Sudaya bergegas melaporkan temuannya ini ke aparat desa setempat, kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Identifikasi Polres Buleleng. Berdasarkan hasil penyelidikan pada Minggu (22/10), diketahui potongan kaki manusia itu merupakan milik pasien asal Kecamatan Kubutambahan.
Pasien itu baru saja menjalani tindakan amputasi di RSUD Buleleng pada Jumat pagi. Potongan kaki itu memang sengaja dibuang oleh keluarga pasien di Pantai Penimbangan. "Keluarga pasien sudah mengakui. Potongan kaki itu dibuang di sebelah barat Pantai Penimbangan dengan dibungkus tas kresek warna kuning. Saat ini potongan kaki itu sedang dititipkan di RSUD," jelasnya.
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, potongan kaki manusia tersebut merupakan hasil tindakan amputasi dilakukan kepada seorang pasien di RSUD Buleleng. Potongan kaki itu sudah diserahkan kepada pihak keluarga pasien.
Arya menyebut organ hasil tindakan medis biasanya dikelola langsung oleh pihak rumah sakit. Namun ada pula beberapa pasien yang enggan menyerahkan hasil tindakan medis kepada pihak rumah sakit dengan alasan akan diupacarai. "Biasanya dikremasi, abunya dilarung ke laut. Uni kok malah organnya yang dilarung," katanya.
Ia menegaskan, saat organ hasil tindakan medis diserahkan ke keluarga pasien pihaknya telah memberikan penjelasan agar penanganannya dilakukan sesuai prosedur seperti dikremasi atau dikubur.
"Sejak awal kami selalu memberikan penegasan kepada keluarga pasien yang usai menjalani tindakan amputasi, agar organnya tidak dibuang dimana pun. Namun ini dilanggar oleh keluarga pasien," demikian jelas dia. (rtu)
HADAPI MAUT BERDUA! Dewi dan Gede Meninggal di Gerokgak Buleleng, Kelakuan Sopir Bikin Geram |
![]() |
---|
TEMPAT Nongkrong Timur Pura Penimbangan Buleleng Dirobohkan! Simak Alasan Selengkapnya |
![]() |
---|
TEWAS Ibu & Anak Terpental, Kecelakaan di Buleleng, Sopir Truk Mengantuk Saat Berkendara |
![]() |
---|
Tragis, Laka Maut di Buleleng Bali Renggut Nyawa Ibu dan Anak, Korban Terpental Sopir Truk Kabur |
![]() |
---|
PERJALANAN TERAKHIR Bareng Istri di Buleleng, Wayan Mastri Berpulang Secara Tragis Dihadapan Suami |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.