Berita Bali
Bandara Ngurah Rai Gelar Bersih-Bersih Pantai dan Lepas Tukik di Pantai Kelan
Sebagai salah satu upaya mewujudkan misi Perusahaan yakni memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sekaligus dalam rangka memperingati Hari
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Sebagai salah satu upaya mewujudkan misi Perusahaan yakni memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Habitat Sedunia bertemakan “Conservation for Our Environment”, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali melaksanakan kegiatan bersih pantai dan pelepasan 126 ekor tukik atau anak penyu di Pantai Kelan, Kabupaten Badung, Jumat (27/10/2023).
Sebanyak 330 karyawan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali terlibat dan berpartisipasi pada kegiatan ini.
Baca juga: BREAKING NEWS: Tukang Sapu Bandara Ngurah Rai Temukan Kresek Mencurigakan, Isinya Bikin Miris
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan, menyatakan bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berkomitmen untuk selalu menjaga lingkungan hidup utamanya di lingkungan bandara.
“PT Angkasa Pura I memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan hidup alam sekitar, karena kita sadar bahwa kelestarian alam akan berdampak langsung pada kegiatan operasional bandara,” kata Handy.
Pada kegiatan pelepasan tukik, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bekerja sama dengan Kelompok Konservasi Penyu Bulih Bali Tanjung Benoa dan Turtle Conservation and Education Centre (TCEC) Serangan.
Baca juga: Penumpang Naik 20 Persen, Lonjakan di Bandara Lombok Selama MotoGP Mandalika
Jenis tukik atau anak penyu yang dilepaskan adalah Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).
Tujuan pelepasan tukik ke pantai adalah sebagai upaya konservasi terhadap penyu yang populasinya semakin mengecil akibat penangkapan dan penjualan ilegal.
I Kadek Wiadnyana, selaku perwakilan dari Kelompok Konservasi Penyu Bulih Bali, menyampaikan apresiasinya kepada Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali atas terselenggaranya kegiatan ini.
Baca juga: Jalur Khusus Imigrasi Untuk Delegasi KTT AIS Forum 2023 Disiapkan di Bandara Ngurah Rai Bali
“Untuk menjaga kelestarian penyu, dibutuhkan lembaga-lembaga konservasi karena penyu merupakan hewan yang rentan dan sulit untuk bereproduksi. Untuk itu kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan kepada kami,” ucapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik ini, Handy berharap dapat memupuk semangat bagi seluruh insan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Selain itu, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita,” pungkas Handy.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.