TPA Mandung Kebakaran
Status Tanggap Darurat TPA Mandung Diperpanjang Dua Pekan Lagi
Status tanggap darurat TPA Mandung kembali diperpanjang. Setelah habis pada 28 Oktober 2023 kemarin.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Status tanggap darurat TPA Mandung kembali diperpanjang. Setelah habis pada 28 Oktober 2023 kemarin.
Kini status TPA Mandung akan kembali diperpanjang mulai Minggu 29 Oktober 2023 hingga 14 hari ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, bahwa untuk status tanggap darurat saat ini diperpanjang lagi 14 hari, mulai kemarin 28 Oktober 2023 kan sudah habis.
Alasan diperpanjang dikarenakan asap-asap yang membumbung tinggi masih belum tuntas.
Sehingga masih perlu dilakukan pendinginan dengan sistem kubangan yang sudah dilakukan.
“Paling tidak asap itu harus 10 persen. Kalau 10 persen kami tentu berani mencabut. Karena saat ini masih 30 hingga 40 persen. Masih tanggap darurat di sana (TPA Mandung) statusnya,” ucapnya, Minggu 28 Oktober 2023.
Giri mengaku, bahwa status tanggap darurat yang ditambah ini sudah dilaporkan ke Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan sudah ditandatangani untuk diperpanjang.
Dan saat ini, pihaknya terus berupaya melakukan pendinginan dengan petugas serta mobil dari Damkar dan BPBD.
Sedangkan kubangan tetap delapan, dan masih jalan terus.
Baca juga: Interior Pasar Tematik Semarapura, Berhias Lukisan Kamasan 110 Meter, Libatkan 10 Seniman Lukis
“Kubangan itu membantu mengurangi gas. Kalau enggak ada pasti akan nyala terus. Artinya, kubangan itu solusi untuk pemotongan jalur gas metan,” ungkapnya.
Giri menegaskan, bahwa pokoknya pihaknya akan membuat seminimal mungkin, dan berupaya pasti untuk padam total.
Karena memang berkaca dari kejadian 2019 memang betul-betul padam itu baru bisa ketika berjalan setahun. Dimulai dari Maret 2019, sampai Februari 2020.
“Tapi dulu tidak ada metode kubangan. Dan metode ini baru saja kita temukan. Semoga dengan kubangan ini mempercepat, pemadaman,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa kubangan saat ini lebih mempercepat pemadaman. Dan pihaknya masih melihat situasi asap, untuk benar-benar status dicabut.
Sedangkan ukuran kubangan itu ada yang 3x3 atau 3x4 meter dibuat.
“Kita juga bikin cadangan air di atas ketika Damkar crowded, karena memang rawan kebakaran. Jadi cadangan air dengan terpal itu supaya BPBD masih bisa melakukan penyiraman setiap tiga jam sekali,” bebernya. (*).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.