Berita Bali
Kekeringan dan Krisis Air Bersih Meluas, Ribuan Warga Bali Terdampak, 6 Embung Kering
Empat daerah yang paling terdampak dengan kekeringan ini adalah Kabupaten Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Bangli.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Musim kemarau panjang terus berlanjut. Sumber air mulai mengering.
Kekeringan hingga krisis air bersih pun dirasakan warga di sejumlah wilayah di Bali.
Empat daerah yang paling terdampak dengan kekeringan ini adalah Kabupaten Karangasem, Buleleng, Jembrana, dan Bangli.
Di Bumi Lahar Karangasem, dari 78 desa/kelurahan, setidaknya ada 37 desa/kelurahan yang mengalami kekeringan hingga kesulitan air bersih.
Baca juga: Kesulitan Air Bersih, BPBD Distribusikan Air 115 Ribu Liter se Karangasem
Khususnya di wilayah kering seperti Kecamatan Kubu dan Abang.
Di Bumi Panji Buleleng, tercatat sembilan desa/kelurahan di lima kecamatan atau total 3.431 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan dan krisis air bersih.
Sementara di Bumi Makepung Jembrana, ada 13 wilayah dengan jumlah sebanyak 1.648 warga yang terdampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino ini.
Sedangkan di Bumi Sejuk Bangli, ada satu desa di Kecamatan Kintamani yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Bali sudah menetapkan Status Darurat melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 897/04/G-HK/2023 tanggal 19 Oktober 2023 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Bali terhitung sejak 19 Oktober 2023 sampai dengan 1 November 2023.
Kekeringan ini sudah terjadi sejak Agustus hingga Oktober ini.
Bahkan kondisinya saat ini makin parah hingga menyebabkan krisis air bersih, akibat sumber air yang mengering.
Seperti di Karangasem, embung (tempat tampung air hujan) di sejumlah titik mulai mengering.
Hingga Minggu 29 Oktober 2023 kemarin, tercatat ada enam embung di Karangasem yang volume airnya habis alias kering.
Kondisi ini terjadi sejak beberapa minggu lalu.
Air embung habis dikarenakan sudah dimanfaatkan masyarakat selama musim kemarau melanda.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.