Berita Karangasem
Kekeringan dari Karangasem, Jarang Mandi, untuk Minum pun Susah
Wayan Potag, warga Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk membeli air.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Cadangan air cubang sudah habis. Dasar bak penampungan itu mengering. Tahun ini, kemarau begitu panjang. Sebagian warga membeli, sebagian menunggu kiriman air pemerintah. Mereka sampai jarang mandi, bahkan untuk minum pun susah.
Wayan Potag, warga Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem harus mengeluarkan biaya tambahan hanya untuk membeli air. Warga Desa Ban sekarang kian sulit mendapat air bersih. Mereka yang hidup dengan tingkat ekonomi pas-pasan patungan membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kekeringan, kata dia, sebenarnya memang rutin terjadi setiap tahun. Namun kali ini beda, berlangsung begitu lama. Apalagi saat ada acara keagamaan, pengeluaran mereka membengkak karena banyaknya kebutuhan air.
"Kalau yang ekonominya menengah ke atas biasanya beli sendiri, tak ikut patungan. Sebenarnya ini rutin terjadi tiap tahun. Cuma tahun ini musim kemarau panjang," demikian ungkap Wayan Potag, Selasa (31/10).
Perbekel Ban, Gede Tamu Sugiantara mengatakan, warga yang mengalami kekeringan tersebar di 15 banjar. Kata dia, yang terparah yakni di Banjar Belong, Bonyoh, dan Cucut. Air bersih per tangki dihargai berbeda tergantung medan jalan yang dilalui.
Baca juga: Sudah Bisa Buang Sampah ke TPA Suwung, Pemkot Denpasar Sewa 15 Truk Pengangkut
Baca juga: Budiawan Sudah Incar Korban 5 Hari, Curi Kartu ATM, Kuras Rp 10 Juta lalu Serahkan ke Istri

Contohnya di Banjar Cucut, harga air per tangki bisa mencapai Rp 200 ribu dengan jumlah lima meter kubik. Di Banjar Bonyoh per tangki mencapai Rp 300 ribu. Sedangkan di Banjar Belong bahkan tembus di harga Ro 400 ribu per tangki
"Warga patungan membeli air dengan keluarganya atau tetangganya. Air yang dibeli cukup memenuhi kebutuhan untuk beberapa hari. Ya tergantung pemakaian. Sekarang warga kami sangat irit memakai air karena kemarau panjang," tuturnya.
Ia mengatakan, untuk warga yang tak mampu membeli air bersih, mereka menumpang pada kebaikan tetangga. Pilihan lainnya, sabar kiriman air dari BPBD Karangasem atau pihak desa ."Kami juga sudah menganggarkan pengadaan air dari APBDes. Nominalnya cuma Rp 20 juta," jelasnya.
Krisis air bersih juga terjadi di Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem. Dari 2.452 kepala keluarga (KK), warga yang kesulitan air mencapai 850 KK. Krisis air tidak hanya terjadi di wilayah perbukitan, namun sudah merambah ke wilayah bawah.
Perbekel Seraya Timur, Made Pertu mengatakan, warga yang mengalami krisis air bersih tersebar di lima banjar, yakni Banjar Tanah Barak, Bukit Catu, Tiinjalas, Gili Selang, dan Tukad Buah. Jumlahnya mencapai 1.600 jiwa.
Warga yang tinggal di wilayah atas bahkan tak bisa membeli air karena medan ke tempat tinggal mereka tak terjangkau kendaraan. Bahkan mereka susah mencari air hanya untuk minum. "Kekeringan di Seraya Timur semakin parah," kata dia.
Warga harus jalan kaki menaiki dan menuruni bebukitan untuk mendapat satu jeriken air bersih. Jarak tempuh ke mata air terdekat sejauh lima kilometer. "Satu jeriken air bisa dipakai beberapa hari untuk minum. Mereka sekarang jarang mandi. Air bekas mandi diberi ternak," kata Pertu.
Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan 115 ribu liter terhitung dari 25 Agustus hingga 29 Oktober 2023. Pendistribusian diprioritaskan di daerah bebukitan seperti Seraya Timur dan Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem. Kemudian Desa Ban, Kecamatan Kubu dan Desa Datah, Kecamatan Abang. (saiful rohim)
Mutasi di Pemkab Karangasem, Ipar Bupati Tak Masuk Hitungan, Berikut Daftar Pejabat yang Dilantik |
![]() |
---|
AKSI BRUTAL Putu Agus di Antiga Karangasem, Dianiaya Hingga Babak Belur, Korban Terus Ucap Maaf |
![]() |
---|
Mutasi Besar-besaran di Pemkab Karangasem, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik |
![]() |
---|
MUTASI Akbar Era Bupati Gus Par, 151 Pejabat Karangasem Rotasi, Adik Ipar Bupati Tak Dilantik |
![]() |
---|
Tidak Terima Ditatap, Remaja di Karangasem Aniaya Anak Dibawah Umur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.