Presiden Jokowi di Bali
Pernyataan Jokowi Soal PDIP Saat Kunjungan ke Bali Viral, Ditafsir Hindari Perang Terbuka
Pernyataan Jokowi Soal PDIP Saat Kunjungan ke Bali Viral, Ditafsir Hindari Perang Terbuka
TRIBUN-BALI.COM - Fenomena pemindahan atau penurunan baliho pasangan Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat kunjungan Presiden Jokowi di Bali seketika viral di media sosial.
Kondisi tersebut seolah memperlebar jurang pemisah antara Presiden Jokowi dan PDIP.
Berbagai komentar pedas dilayangkan kader PDIP terkait penertiban baliho Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tersebut.
Baca juga: Presiden Jokowi Buka Suara Soal Polemik Penurunan Baliho Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Bali
Hubungan Presiden Jokowi dan PDIP memang telah terlihat jelas merenggang jelang Pilpres 2024.
Apalagi setelah putra Jokowi Gibran Rakabuming yang notabene merupakan kader muda PDIP memilih menjadi Cawapres Prabowo Subianto.
Belakangan para elite PDIP secara terbuka mengemukakan kekecewaannya pada Jokowi.
Politisi kawakan PDIP Adian Napitupulu misalnya, sosok ini selalu menjadi benteng Jokowi selama ini.
Baca juga: Jokowi Datang, Alat Peraga Kampanye di Sukawati Diturunkan, Pj Gubernur Bali: Baliho Cuma Digeser
Saat ini Adian Napitupulu muncul dengan pernyataan hubungan Jokowi merenggang dengan PDIP karena wacana tiga periode ditolak.
Menanggapi para elite PDIP yang kecewa karena merasa ditinggal, Jokowi sempat memberikan tanggapannya saat berkunjung ke Bali.
Ketika itu Jokowi sedang berkunjung ke Pasar Batubulan, Denpasar, Bali pada 31 Oktober 2023.
Jokowi memilih bungkam ketika diminta buka suara tentang para elite PDIP yang mengaku kecewa karena merasa ditinggalkan Jokowi.
Dalam tayangan video di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jokowi terlihat hanya tertawa sambil mengatakan enggan berkomentar.
“Saya tidak ingin mengomentari,” kata Jokowi saat berkunjung ke Pasar Bulan di Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (31/10/2023).
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, pun kemudian menanggapi bungkamnya Jokowi.
Menurut Djayadi, Jokowi memilih bungkam karena menghindari perang terbuka dengan PDIP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Joko-Widodo-dengan-relawan-Arus-Bawah-Jokowi.jpg)