Penertiban Baliho Partai
Tegas Ketua PDIP Bali Wayan Koster Soal Penertiban Baliho : Kita Setuju, Bila Perlu Semuanya Dicabut
Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster mengungkapkan penertiban baliho itu harus adil, tanpa adanya pilih kasih antar partai politik
Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster angkat bicara soal isu penertiban baliho.
Hal ini disampaikan Wayan Koster usai mendampingi Ganjar Pranowo, eks Gubernur Jawa Tengah itu dalam acara Mukernas ke-V Persada di Prama Beach Hotel, Bali pada Rabu 1 November 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Koster yang juga eks Gubernur Bali satu periode itu menegaskan pihaknya setuju dengan adanya penertiban baliho.
Namun, penertiban baliho itu dikatakan harus adil, tanpa adanya pilih kasih antar partai politik.
Baca juga: Walikota Jaya Negara Sebut Jadi Rumah Update dan Sharing Media Lokal Daerah
“Kita setuju saja. Kalau perlu semuanya dicabut,” tegasnya.
Hal ini dilakukan guna menjaga estetika tata ruang Kabupaten/Kota se-Bali. Namun, lagi-lagi Koster meminta agar adanya keadilan dalam penertiban ini.
“Pemilu tanpa atribut, tanpa baliho, tapi semuanya sama. Supaya rapi dan bersih,” pungkas Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster.
Diketahui, baliho pasangan Ganjar-Mahfud MD dicopot sementara oleh Satpol PP Bali jelang kunjungan Presiden RI Joko Widodo pada Selasa 31 Oktober 2023.
Pencopotan itu berujung pada timbulnya berbagai opini masyarakat Bali bahkan nasional.
Baca juga: PDIP Komentari Pertemuan Cawapres Bersama Jokowi, Komarudin: Warning Buat Ganjar dan Anies
Menanggapi hal itu, Koster menuturkan bila ada protokol atau protap soal pencabutan baliho, maka hal tersebut dikatakan wajar.
Namun, lagi-lagi pihaknya menekankan agar pencabutan baliho itu dilakukan secara adil, tak hanya kepada PDIP atau Ganjar-Mahfud MD saja.
“Kalau memang itu ada aturannya, aturan itu dijalankan dengan protokol, atau protap, di tempat acara, saya kira itu wajar.”
“Tapi ya semua. Jangan cuma PDIP saja. Jangan cuma Ganjar. Ya semua. Nggak ada masalah,” jelasnya.
Koster juga menepis bahwa pencabutan baliho itu bernuansa politis.
Baca juga: Ban Bekas Terbakar di Nusa Penida, Timbulkan Asap Pekat Api Merembet Ludeskan Bangunan Semi Permanen
Baginya, pencabutan baliho Ganjar-Mahfud MD di Kabupaten Gianyar, Bali menjadi bernuansa politis lantaran adanya pihak-pihak yang sengaja mempolitisasinya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.