Seputar Bali
Kerja Sama Jadi Kunci Bagi Pencapaian Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan
Industri kelapa sawit yang merupakan bagian integral dari ekonomi global sekaligus berperan penting dalam perekonomian nasional
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ngurah Adi Kusuma
“Industri kelapa sawit berkontribusi dalam menopang pemulihan ekonomi, serta aspek sosial dan lingkungan masyarakat. Dengan bekerja sama, kita dapat mencapai tujuan untuk perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, pembangunan rendah karbon, berketahanan iklim dan berkelanjutan, serta penguatan industri minyak sawit dalam negeri,” ucap Menko Airlangga.
IPOC merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun dan tahun ini IPOC 2023 merupakan acara ke-19.
IPOC terus menghadirkan agenda dan topik yang menarik dan relevan bagi industri kelapa sawit di Indonesia, serta menjadi wadah untuk memperluas jejaring.
Tahun ini IPOC mengambil tema “19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook - Enhancing Resiliency Amid Market Uncertainty”.
Ketua IPOC, Mona Surya mengatakan IPOC 2023 adalah magnet yang sangat baik bagi mereka yang aktif di dalam dunia kelapa sawit atau industri kelapa sawit.
“Tahun ini kita akan melihat dinamika perekonomian dunia seperti inflasi, stabilitas harga, dan perang yang masih terjadi pada saat ini yang akan berpengaruh pada dunia ekonomi termasuk industri kelapa sawit,” imbuh Mona.
Agenda dua hari ini akan sangat menarik, konferensi dan side event yang akan membahas isu-isu yang menarik seperti deforestasi yang akan disampaikan oleh pembicara yang terkenal dan sangat ahli dari bidangnya masing-masing.
IPOC 2023 diselenggarakan di BICC The Westin Resort Bali yang berada di dalam kawasan pariwisata The Nusa Dua.
IPOC 2023 merupakan ajang terbesar komunitas produsen kelapa sawit dengan melibatkan 43 perusahaan, 120 booth, dan 1.000 partisipan lebih yang berasal dari 23 negara.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.