Hari Pahlawan
Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Ikon Perjuangan Sekaligus Tempat Edukasi Sejarah
Presiden Jokowi menetapkan Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe sebagai pahlawan nasional, Jumat (10/11/2023).
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Presiden Jokowi menetapkan Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe sebagai pahlawan nasional, Jumat (10/11/2023).
Bertepatan dengan itu, Monumen Ida Dewa Agung Jambe yang berada di pusat Kota Semarapura ramai dikunjungi anak-anak.
Tidak hanya sebagai destinasi wisata, monumen itu juga menjadi lokasi edukasi sejarah yang penting bagi masyarakat.
Baca juga: Raja Klungkung Ida I Dewa Agung Jambe Jadi Pahlawan Nasional, Ini Kata Sejarawan
Monumen Ida Dewa Agung Jambe di Kota Semarapura selama ini dikenal sebagai tempat wisata di Klungkung.
Sebelum menuju destinasi wisata Kerta Gosa, wisatawan biasanya terlebih dahulu mengunjungi monumen yang lokasinya berada di sisi timur Kantor Bupati Klungkung tersebut.
Di dalam Monumen Ida Dewa Agung Jambe, dibuat diorama-diorama yang mengisahkan rentetan kejadian menjelang hingga pasca Perang Puputan Klungkung.
Baca juga: BREAKING NEWS : Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang berkunjung ke Monumen Ida Dewa Agung Jambe Klungkung.
"Berhubung sekarang hari pahlawan, saya mengajak siswa untuk belajat di Monumen Ida Dewa Agung Jambe. Kebetulan juga sekarang hari Jumat, jadi siswa ada kegiatan belajar di luar sekolah," ujar seorang guru dari TK Negeri Akah, Ketut Sumariati, Jumat (10/11/2023).
Baca juga: Puluhan Sekaa Ngelawang, Ramaikan Monumen Ida I Dewa Agung Jambe Saat Galungan
Anak-anak TK tampak sangat antusias ketika berkunjung ke Monumen Ida Dewa Agung Jambe.
Ketika masuk ke monumen dari pintu paling selatan, pengunjung dapat melihat langsung patung dari Ida Dewa Agung Jambe yang tahun ini ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Selain patung Raja Klungkung tersebut, ada juga patung-patung keluarga kerajaan lain yang juga gugur saat Perang Puputan Klungkung 28 April 1908.
Baca juga: Kisah Perjuangan Ida Dewa Agung Jambe, Raja Klungkung Yang Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional
Sementara di dinding-dinding monumen, dipajang diorama-diorama yang merangkaikan rentetan kejadian perang Puputan Klungkung .
Mulai dari penyerangan tentara Belanda ketika patroli di Desa Gelgel. Pertempuran di pesisir Jumpai, saat pasukan Belanda baru berlabuh di wilayah Klungkung.
Hingga diorama yang menggambarkan perang dasyat di depan Pemedal Agung, yang saat itu Raja Klungkung Ida Dewa Agung Jambe bersama seluruh keluarganya mencetuskan untuk puputan (perang habis-habisan).
"Bagus sekali, anak-anak tampak sangat senang belajar di sini. Jadi selain tempat wisata, monumen ini bisa menjadi tempat edukasi anak-anak untuk belajar sejarah," ungkap dia.
Baca juga: Nantikan Gelar Pahlawan dari Presiden,Suwirta & Ida Dalem ke Jakarta Kawal Nama Ida Dewa Agung Jambe
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Seorang-anak-antusias-melihat-diorama-tentang-perang-puputan-Klungkung.jpg)