Bali Paradise

Destinasi Baru Para Peselancar, Pantai Ketapang Kembar Klungkung Mulai Disambangi Wisatawan

Pantai Ketapang Kembar di Desa Gelgel, Klungkung menjadi destinasi yang kian ramai dikunjungi wisatawan, khususnya pecinta olahraga surfing atau selan

Istimewa
Wisatawan saat mengunjungi Pantai Ketapang Kembar di Desa Gelgel, Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pantai Ketapang Kembar di Desa Gelgel, Klungkung menjadi destinasi yang kian ramai dikunjungi wisatawan, khususnya pecinta olahraga surfing atau selancar.

Sayangnya, fasilitas yang masih terbatas masih menjadi kendala untuk pengembangan potensi pantai berpasir hitam tersebut.


Warga setempat, Kadek Suardana mengatakan, Pantai Ketapang Kembar sudah kerap disambangi para peselancar sejak sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Destinasi Wisata Bali, Harga Tiket Masuk Terbaru Pantai Legian, Cocok Untuk Surfing

Namun seiring berjalannya waktu, pantai ini kian ramai dikunjungi wisatawan. Khususnya wisatawan asing yang gemar berselancar. 


Bahkan jika ombak dalam kondisi bagus untuk surfing, sehari bisa lebih dari 50 wisatawan darang untuk menjajal ombak Pantai Ketapang Kembar.


"Guide mereka (wisatawan) telfon saya dulu, tanya soal kondisi ombak. Kalau ombak lagi bagus, sehari itu kebih dari 50 wisatawan ke sini," ungkap Suardana ketika ditemui hendak membuka warungnya yang berada di samping Pura Ketapang Kembar, belum lama ini.

Baca juga: Destinasi Wisata Bali, 4 Rekomendasi Pantai di Gianyar Cocok untuk Surfing dan Sunsetan


Dari mulut ke mulut, Pantai Ketapang Kembar kian populer di kalangan peselancar yang berwisata ke Bali.

Selain ombak yang cocok untuk surfing, kondisi Pantai Ketapang Kembar masih cukup sepi. Namun potensi tersebut belum didukung oleh fasilitas yang memadai. 


Suardana mengaku kerap mendapat keluhan dari wisatawan mengenai akses jalan, toilet, hingga tempat penitipan barang.

Baca juga: Destinasi Wisata Bali, Spot Surfing Terbaik Hingga Menikmati Sunset di Pantai Berawa

Bahkan, karena minimnya fasilitas, warung kopi milik Suardana kerap berubah menjadi tempat penitipan barang.

Bersama para pemandu wisata, mereka membuat  balai-balai dari bambu untuk sekadar tempat berteduh. 


"Warung saya ini sudah jadi tempat penitipan barang. Karena dari tempat parkir ke pantai cukup jauh. Wisatawan tidak berani taruh barang di kendaraan. Banyak juga bule yang tanya toilet, dulu memang ada toilet yang dikelola Pokdarwis, tapi sekarang sudah tutup," jelas Suardana.

Baca juga: Pantai Lembeng Gianyar, Spot Terbaik Surfing Serta Nyore Syahdu di Pinggir Pantai


Namun maraknya kunjungan wisatawan ke Pantai Ketapang Kembar, ternyata belum begitu berimbas ke warga sekitar. Bahkan Suardana belum berani mematok tarif untuk jasa penitipan barang di warungnya.

Selain itu wisatawan juga minim berbelanja di warungnya, karena wisatawan kerap sudah membawa makanan dan minuman saat surfing ke Pantai Ketapang Kembar.


"Saya juga tidak berani untuk menarik biaya sewa apapun, kalau tidak ada aturan jelas nanti saya justru disalahkan," ungkap Suardana. (*)

 

 

Berita lainnya di Destinasi Wisata

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved