Dugaan Pelecehan di Tabanan
Kuasa Hukum NCK Minta Jero Dasaran Alit Segera Ditahan Usai Dijerat Tambahan Tiga Pasal Primer
Kadek Dwi Arnata alias Jero Dasaran Alit, diperiksa kembali pada Kamis 23 November 2023 kemarin
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kadek Dwi Arnata alias Jero Dasaran Alit, diperiksa kembali pada Kamis 23 November 2023 kemarin.
Dasaran Alit kemudian, mendapat tambahan tiga pasal primer dalam kasus dugaan pelecehan seksual dengan korban NCK, 22 tahun perempuan asal Buleleng itu.
Atas hal ini, kuasa hukum NCK, meminta supaya Jero Dasaran Alit ditahan.
Tiga pasal primer tambahan itu adalah pasal 6 huruf C UU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan seksual) tentang penyalahgunaan kedudukan atau wewenang.
Baca juga: Miracle Distribusikan Bantuan ke Warga Tak Mampu dan Lansia
Kemudian pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan Pasal 289 KUHP tentang perbuatan pencabulan.
Keseluruhan pasal tambahan ini ancaman hukumannya adalah di atas lima tahun penjara.
Kuasa Hukum NCK, Nyoman Yudara mengatakan, bahwa pihaknya tentu saja dalam hal ini cukup salute dengan petunjuk dari Kejari Tabanan yang diberikan kepada penyidik unit PPA Satreskrim Polres Tabanan.
Dengan adanya tiga penambahan pasal tersebut, singkat kata, berarti Kejaksaan Negeri Tabanan dalam hal ini tidak bermain-main dalam perkara tersebut.
“Dengan penambahan pasal ini, maka saya salute dengan Kejari Tabanan. Artinya, pada
upaya penuntutan terhadap JDA, Kejari Tabanan tidak main-main,” ucapnya Jumat 24 November 2023.
Baca juga: Polresta Denpasar Tegaskan Tak Ada CCTV di Rumah Kos yang Ditempati Aldi
Yudara menegaskan, bahwa tiga pasal primer itu ancaman hukumannya memang cukup berat. Berbeda dengan hanya satu pasal saat penyidikan Kepolisian kemarin.
“Dengan ada penambahan ini, saya sangat berterimakasih. Apa yang dicita-citakan oleh korban bisa memenuhi rasa keadilan korban,” imbuhnya.
Yudara mengurai, bahwa dengan penambahan tiga pasal ini, maka pihaknya juga berharap ada penahanan oleh kejaksaan terhadap tersangka.
Alasannya, pasal itu sangat memungkinkan tersangka bisa ditahan, dengan ancaman di atas lima tahun.
“Alasan kami juga, bahwa bisa saja tersangka mengulangi perbuatan atau menghilangkan barang bukti,” bebernya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.