Berita Klungkung

Puputan Sampah Plastik Semakin Jarang Digelar, Dewan: Jangan Hanya Gaung Saja

Puputan Sampah Plastik Semakin Jarang Digelar, Dewan: Jangan Hanya Gaung Saja

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Fenty Lilian Ariani
Istimewa
Kegiatan Puputan Sampah Plastik yang sebelumnya sering digelar setiap Hari Jumat, saat ini semakin jarang dilaksanakan. 

SEMARAPURA,TRIBUN-BALI.COM - Gema Tanspalas (Gerakan Masyarakat Puputan Sampah Plastik) dalam beberapa pekan belakangan jarang dilaksanakan.

Padahal sebelumnya kegiatan serentak bersih-bersih sampah plastik ini, gencar dilaksanakan setiap hari Jumat.

Hal ini menjadi perhatian anggota DPRD Klungkung, I Nengah Mudiana.

Sepengamatannya, program bersih-bersih sampah plastik ini dalam beberapa bulan belakangan jarang terlaksana.

Padahal menurutnya program ini, merupakan program yang sederhana namun dampaknya besar terhadap lingkungan.

Apalagi saat ini, Kabupaten Klungkung masih berkutat pada permasalahan sampah.

Termasuk permasalahan menggunungnya sampah di TPA Sente, maupun di TPA Biaung dan TPA Jungutbatu.

"Puputan sampah plastik jangan hanya gaung saja. Harus kembali digencarkan. Saya perhatikan kegiatan ini semakin jarang dilakukan," ungkap Nengah Mudiana.

Padahal menurut Mudiana, program ini sempat gencar dilaksanakan setiap hari Jumat.

Baca juga: Dua Buah Ranperda Ditetapkan Menjadi Perda, Dewan Minta Eksekutif Siapkan Anggaran

Mulai dari ASN, sekolah, hingga pihak desa setiap pagi serentak melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di lingkungan masing-masing.

Jika gerakan ini konsisten dilakukan, tentu dampaknya akan baik. Minimal dapat mengurangi sampah plastik yang dibuang sembarangan.

"Kami selaku wakil rakyat turut serta mengawal keberlanjutan program puputan sampah plastik itu, karena menyangkut dampak lingkungan. Kita semua mengetahui, bahwa sampah plastik kalau tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk buat kesehatan," ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung I Nyoman Sidang mengatakan, pihaknya mengaku dalam beberapa pekan belakangan masih fokus pada permasalahan di TPA.

Seperti kebakaram di TPA Jungutbatu Nusa Penida, serta penataan sampah di TPA Sente yang masih menggunung.

"Kalau masalah nike (Puputan Sampah Plastik) saya belum bisa berkomentar. Konsentrasi saya kejadian mendesak, seperti masalah TPA Sente yang overload sehingga harus pinjam alat berat ke Pemprov, serta masalah kebakaran TPA Jungutbatu," jelas Nyoman Sidang.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved