Berita Badung

Meski Alih Fungsi Lahan Marak, Namun Produksi Beras di Badung Surplus 10.664 Ton

Meski Alih Fungsi Lahan Marak, Namun Produksi Beras di Badung Surplus 10.664 Ton

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Fenty Lilian Ariani
Tribun Bali/ I Komang Agus Aryanta
Sekda Wayan Adi Arnawa saat meninjau pengolahan gabah kering untuk produksi beras di RMU Desa Pangsan dan Desa Getasan Kecamatan Petang 

Sementara, Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa mengakui saat ini Badung mendorong bagaimana agar memiliki sentra produksi Beras.

Menurutnya selama ini kebutuhan beras diperoleh dari daerah luar Badung.

"Ke depan kami tidak mau seperti itu lagi, kita harus mampu produksi beras sendiri yaitu Beras Badung dan bila perlu juga kita mengambil hasil produksi padi dari luar daerah Kabupaten Badung untuk dijadikan produksi beras di Badung," katanya.

Pengolahan beras dari Badung untuk Badung sangat diinginkan pemerintah.

Hal itu juga disebut-sebut untuk membantu para petani, agar bisa terus mengembangkan produknya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Badung telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau pabrik penyosohan gabah. RMU itu akan dibangun disebelah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mengwitani dengan luas lahan 36 Are. Pembangunan RMU oleh Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) menelan anggaran Rp19.048.940.930, bersumber dari dana penyertaan modal Pemkab Badung tahun 2023. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved