Harga Beras di Bali

Prediksi Harga Beras Bisa Jadi Akan Naik Saat Nataru

Pada saat Natal dan Tahun Baru prediksi untuk harga beras bisa jadi akan naik.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Fenty Lilian Ariani
TB/ Angga
Pedagang Bahan Pokok di Pasar Pesiapan Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pada saat Natal dan Tahun Baru prediksi untuk harga beras bisa jadi akan naik.

Meskipun saat ini harga beras di tingkat usaha penggilingan masih berkisar di angka Rp 13.200 per kilogram (kg).

Sedangkan di tingkat pedagang pasar rata-rata dijual dikisaran Rp 14 ribu per kg hingga Rp 15 ribu per kg berdasarkan kualitas.

Berdasarkan data hasil monitoring dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan mencatat, jelang momen Nataru sejumlah komoditas bahan pangan mulai mengalami lonjakan.

Diantaranya, bawang merah yang naik dari posisi Rp 25 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg, bawang putih naik dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 33 ribu per kg, dan cabai rawit merah dari Rp 75 ribu per kg naik menjadi Rp 80 ribu per kg. 

Kemudian, cabai merah keriting yang sebelumnya naik ke posisi Rp 80 ribu per kg mengalami penurunan ke posisi Rp 75 ribu per kg.

Kemudian harga beras ditingkat pedagang masih dijual stabil.

Yakni, untuk beras kualitas premium masih dijual Rp 15 ribu per kg, sedangkan untuk beras kualitas medium dijual Rp 14 ribu per kg.

Ketua Perpadi Tabanan, Ketut Budiarta, mengatakan, posisi tinggi atau mahal untuk beras sudah terjadi sejak dua bulan belakangan.

Baca juga: Ribuan Tenaga Kontrak Berkumpul di Balai Budaya Klungkung, Berharap Upah Mereka Naik

Dengan adanya momen Nataru nanti, berpotensi akan kembali membuat harga beras ini menjadi lebih mahal lagi. Meskipun, dirinya tidak bisa memastikan akan seberapa besar lonjakan harganya.

“Kemungkinannya akan naik lagi. Tapi paling tidak, minimal akan tetap di kisaran saat ini,” ucapnya Rabu 13 Desember 2023.

Menurut dia, lonjakan harga beras dipicu oleh luasan panen di tingkat lokal yang sudah mulai sedikit.

Apalagi, telah berlalunya puncak musim panen.

Sedangkan harga gabah ditingkat petani masih tetap mahal dengan berkisar Rp 7.000 per kg-Rp 7.200 per kg.

Di sisi lain, permintaan pasar akan bahan pangan, termasuk beras dipastikan mengalami lonjakan dari biasanya saat atau menjelang Nataru.

“Nataru itu kan mesti libur panjang. Apalagi, kemungkinan akhir tahun ini banyak juga yang akan melewatkan momen Nataru dengan berlibur ke Bali, sehingga kebutuhan untuk makan ini menjadi meningkat nantinya,” jelasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved