Berita Denpasar
Warga Serangan Denpasar Diberi Pelatihan Memasak Sup hingga Olahan Bulung, Gunakan Bahan Lokal
Warga Serangan Denpasar Diberi Pelatihan Memasak Sup hingga Olahan Bulung, Gunakan Bahan Lokal
Penulis: Putu Supartika | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga Serangan Denpasar mengikuti pelatihan memasak dengan menggunakan bahan olahan lokal Serangan.
Mereka diajarkan memasak pepes, sup hingga memasak bulung buni yang merupakan kuliner khas Serangan.
Pelaksanaan pelatihan ini digelar untuk persiapan pembukaan sentra kuliner sea food Desa Wisata Serangan pada 2024 mendatang.
Acara ini digelar Dinas Pariwisata Kota Denpasar bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS dan IPB Internasional yang digelar di Kampus IPBI Denpasar.
Salah seorang peserta, Nyoman Armini mengaku mendapatkan hal baru dalam memasak.
Karena selama ini ia hanya belajar secara otodidak dan menggunakan resep warisan leluhur.
"Dengan pelatihan ini saya dapat ilmu baru, bagaimana menjaga rasa, kebersihan dan cara menyajikan makanan yang menarik, dan semuanya ditakar," katanya di sela-sela pelatihan, Kamis, 14 Desember 2023.
Dia mengaku telah bergelut dalam usaha kuliner sejak tahun 2010 dan menjual berbagai makanan olahan sea food.
"Selama ini pelanggannya kebanyakan lokal, mudah-mudahan setelah pelatihan ini bisa menambah konsumen luar, apalagi ada dukungan pemerintah," harap perempuan asal Banjar Kaja, Kelurahan Serangan ini.
Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Pelaku Pembekapan dan Pencurian di Umabian Belayu Tabanan
Sementara itu, salah seorang instruktur masak, Anak Agung Istri Ari Parwati
yang juga Koordinator Kitchen Kecak IPB Internasional mengatakan penekanan pelatihan khusus untuk kebersihan dan cara pengolahan yang sehat.
"Misal bagaimana membuat kaldu agar tidak perlu menggunakan perasa buatan lagi," katanya.
Bahan-bahan yang digunakan semuanya merupakan asli dari Serangan dan mudah dicari seperti bulung buni, buah bakau, hingga ikan kerapu.
Ia menambahkan, ada 5 jenis hidangan yang dibuat yakni pepes, ikan goreng, ikan bakar, olahan bulung dan sup.
Ketua Panitia yang juga Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Dinas Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Hendaryana mengatakan, ada 200 peserta yang ikut pelatihan ini.
Mereka dibagi ke dalam dua sesi dengan peserta 100 orang per sesi.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.