Berita Bali

Driver Ojol Panen di Sekitar Parkir Sepeda Motor, Pihak Bandara Tak Melarang Selama Jaga Ketertiban

Peningkatan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu terakhir ini, banyak dari mereka yang memanfaatkan ojek online

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana para driver ojol mangkal di Jl. Bandar Udara Ngurah Rai yang menuju parkir sepeda motor 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Seiring terjadinya peningkatan penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu terakhir ini, banyak dari mereka yang memanfaatkan transportasi umum ojek online (ojol).

Banyaknya pesanan ojek online membuat para driver atau pengemudi memilih mangkal di seputaran Jalan Bandar Udara Ngurah Rai (sekitar jalan area parkir sepeda motor).

Seperti pada Rabu (27/12) sore, banyak driver ojol mangkal dan menunggu orderan dari penumpang yang baru tiba di Bandara Ngurah Rai.

Baca juga: Cegah Gangguan Kamtibmas, Personel Gabungan Lakukan Patroli di Bandara Ngurah Rai 


Dikonfirmasi mengenai banyaknya driver ojol mangkal di seputaran jalan tersebut, General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi menjaga keamanan dan ketertiban di daerah itu.


"Terkait hal itu kami terus berkoordinasi dengan kawan-kawan seputaran Bandara dan Aviation Security juga, agar tetap aman karena di situ area publik," ujar Handy, Kamis (28/12).

Baca juga: Asalkan Tidak Ganggu Flow, Driver Ojol Diperbolehkan Mangkal di Jl. Bandar Udara Ngurah Rai


Pihaknya terus berkoordinasi dan memastikan, tertib dan tidak menganggu flow atau arus kendaraan karena itu berbatasan langsung dengan lingkungan perumahan ataupun pemukiman seputar Bandara.

"Sejauh ini kami pantau terus dan kita perhatikan sepanjang tidak ada keributan ataupun hal yang menggangu, tidak masalah," ungkap Handy.

 

Baca juga: Jadi Ojol Sekalian Intai Motor Orang, Aksinya Malam Targetkan Kunci Kontak Nyantol  


Ia menambahkan, jalan tersebut menjadi akses masuk ke dalam area parkir sepeda motor, DPPU Pertamina, Hotel Patra Jasa, pemukiman, pantai, kantor SBU Bandara serta akses ke Masjid Al-Ikhlas.

Ramainya driver Ojol di sana, menurutnya, langsung terbentuk karena kebutuhan penumpang mencari pilihan alternatif transportasi.

"Sejauh ini belum ada (menganggu ketertiban atau keributan). Itu menjadi tanggung jawab penumpang tersebut memilih transportasi itu," imbuh Handy.


Menurutnya, yang harus dijaga adalah kesinambungan layanan, dengan jumlah penumpang Bandara Ngurah Rai ini rasio luasan Bandara dianggap cukup sempit.

Namun demikian, pihak Bandara terus menjaga dan memastikan memberikan layanan yang maksimal.

"Dari rencana manajemen yang akan melakukan optimalisasi nanti ada perbaikan-perbaikan menambah layanan, karena kita lihat dengan jumlah penumpang yang terus meningkat dengan area kami yang terbatas."

"Kami berharap dengan kondisi yang ada kita berikan layanan terbaik," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved