Pemilu 2024

KPU Gianyar Libatkan 200 Orang Lipat Surat Suara

KPU Gianyar, Bali telah melakukan pelipatan surat suara untuk Pimilu Gianyar 2024. Sebanyak 200 orang dilibatkan dalam kegiatan ini.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
KPU Gianyar, Bali telah melakukan pelipatan surat suara untuk Pimilu Gianyar 2024. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - KPU Gianyar, Bali telah melakukan pelipatan surat suara untuk Pimilu Gianyar 2024.

Sebanyak 200 orang dilibatkan dalam kegiatan ini.

Hingga Senin 1 Januari 2023, pelipatan surat suara untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan surat suara Pilpres telah rampung dilipat.

Baca juga: Banyak Masyarakat Namanya Dicatut Masuk Partai Politik, KPU Tegaskan Parpol Harus Tanggung Jawab

Ketua KPU Gianyar, I Wayan Mura mrmbenarkan hal tersebut. Kata dia, hanya surat suara Pileg Gianyar yang belum dilipat.

Pihaknya mengagendakan pelipatannya pada 5 Januari sampai selesai. Setelah itu dilanjutkan dengan melipat kertas DPD. 


"Secara prinsip, jadwal pelipatan harus tuntas sampai akhir Januari. Kami menilai kami di KPU masih punya banyak waktu," ujar Mura.

Baca juga: 760 Ribu Lembar Surat Suara DPR RI dan Provinsi Tiba di Gudang KPU Tabanan


Alasan pihaknya melakukan pelipatan terakhir pada surat suara DPD, tak terlepas dari belum di-dropnya surat suara DPD ke KPU Gianyar.

Meski demikian, ia yakin tak akan menemukan kendala dalam pelipatan. Sebab dalam pelipatan, pihaknya melibatkan tenaga sebanyak 200 orang.

Di mana yang terdaftar sebanyak 204 orang, namun tidak semua hadir saat pelipatan.

"Yang melipat rata-rata 180-190 orang per hari," jelasnya.

Baca juga: KPU Tabanan Tuntas Lipat Surat Suara Pilpres 2024, 1.999 Didapati Masih Rusak


Adapun dalam mempekerjakan pelipat surat suara ini, pihaknya mengupah Rp100 perak per lembar surat suara Pilpres, dan  untuk DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten diupah Rp200 per lipatan.

Selain itu setiap pelipatan ada beberapa koordinator.


"Selain diawasi dari komisioner dan aparat keamanan, tenaga pelipatan didatangkan dari Desa Buruan dan sekitarnya, dan melibatkan beberapa anak sekolah yang kebetulan libur semester," ungkapnya.

Baca juga: Siapkan Strategi, KPU Denpasar Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di Banjar Kedaton


Adapun sejauh proses proses pelipatan, pihaknya menemukan beberapa surat suara yang rusak, seperti tinta terlalu tebal, nama tidak terbaca atau surat suara datang dalam keadaan robek.

Namun, kata dia, jumlah yang rusak tidak banyak, hanya sekitar puluhan lembar.


"Kerusakan itu karena tinta mlobor di percetakan. Yang robek mungkin terbentur dalam perjalanan. Semua kerusakan itu sudah dikembalikan ke percetakan dan minta diganti dengan yang baru," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved