Suami Mutilasi Istri di Malang
Made Sutarini Rencana Pulang ke Klungkung Bali Besok Hadiri Pengabenan Sepupu, Gagal Karena Dibunuh
Made Sutarini Rencana Pulang ke Klungkung Bali Besok Hadiri Pengabenan Sepupu, Gagal Karena Dibunuh
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Korban mutilasi di Malang Jawa Timur, Ni Made Sutarini (55) berasal dari Dusun Banda, Desa Takmung, Klungkung, Bali.
Rencananya Sutarini akan pulang ke kampung halamannya, pada Rabu 3 Januari 2024 untuk menghadiri upacara pengabenan sepupunya.
Namun belum sempat pulang ke Banda, Sutarini telah meninggal dunia dengan cara tragis.
Bendesa Adat Banda Made Wista membenarkan, Made Sutarini merupakan warga dari Banjar Banda, Desa Takmung.
"Dulu sebelum menikah memang warga Banda," ungkap Wista, Selasa 2 Januari 2024.
Wista juga mengatakan, Made Sutarini masih sering pulang ke kampung halamnya di Banjar Banda, Desa Takmung.
Bahkan rencananya, Rabu 3 Januari 2024, Sutarini akan pulang ke Banjar Banda karena pada Kamis 5 Januari 2024 akan digelar upacara Ngaben dari sepupu Sutarini yang meninggal dunia.
Baca juga: 2 Minggu Lalu Pelaku Mutilasi di Malang Datang ke Klungkung Bali, Sempat Ancam Bunuh Made Sutarini
“Kebetulan sepupunya ada yang meninggal dan tanggal 5 mau diaben, katanya dia (Sutarini) mau pulang. Tapi tiba-tiba ada kabar dari Malang kalau dia (Sutarini) meninggal dunia dengan sadis (dimutilasi),” ungkapnya. (mit)
Sutarini Sejak Lama Mengalami KDRT Dari Suaminya
Rasa duka yang mendalam teraut dari wajah I Komang Suardana (48). Ia merupakan adik kandung dari Ni Made Sutarini (55) yang menjadi korban pembunuhan tragis hingga dimutilasi di wilayah Malang, Jawa Timur.
Komang Suardana meneteskan air mata, saat mengenang sang kakak yang meninggal dengan cara tragis dari suaminya.

Menurutnya, pelaku pembunuhan selama ini dikenal sosok yang tempramental.
"Saya dulu pernah bekerja di Surabaya. Waktu saya di Surabaya, sering kakak saya (Sutarini) dipukuli oleh suaminya, sampai disundut dengan rokok," ujar Suardana saat ditemui di kediamannya di Banjar Banda, Desa Takmung, Klungkung, Selasa 2 Januari 2024.
Menurut Suardana, Sutarini sudah sejak lama ingin melapor ke polisi, namun hal itu urung dilakukan karena anak-anaknya masih kecil.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.