Suami Mutilasi Istri di Malang
Made Sutarini Rencana Pulang ke Klungkung Bali Besok Hadiri Pengabenan Sepupu, Gagal Karena Dibunuh
Made Sutarini Rencana Pulang ke Klungkung Bali Besok Hadiri Pengabenan Sepupu, Gagal Karena Dibunuh
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Dua Minggu Lalu Pelaku Mutilasi ke Klungkung, Sempat Mengancam Membunuh Sutarini
Kerabat dari Sutarini, Wayan Surata mengatakan, dua minggu lalu pelaku (James Lodewyk) sempat pulang ke rumah keliarga Sutarini di Banjar Banda, Desa Takmung. James datang marah-marah, dan menanyakan keberadaan Sutarini.
"Ia (James) ke sini (rumah Sutarini) marah-marah. Nanya di mana Made (Sutarini)," ungkap Surata saat ditemui di rumahnya di Banjar Banda, Desa Takmung, Selasa 2 Januari 2024.
James berada di rumah Sutarini sekitar 2 jam, dan terus marah-marah menanyakan keberadaan Sutarini.
Padahal Sutarini berada di rumah kerabatnya di Surabaya.
"Saya diminta menelepon, tapi saya dapat kode dari anaknya untuk tidak bilang keberadaan Sutarini. Saya katakan telponnya menghubungi dan tidak diangkat," ungkap dia.
Bahkan sebelum pergi, James sempat mengancam akan membunuh Sutarini jika ketemu.
"(James) sempat bilang, kalau ketemu, saya bunuh dia (Sutarini). Suaminya (James) sempat mengancam seperti itu," terang Surata.
Sebelum pembunuhan tragis tersebut terjadi, kerabat di Surabaya sebenarnya sudah melarang Sutarini ke Malang.
Kebetulan Sutarini merupakan ketua arisan di sebuah yayasan.
Ia tidak pulang ke rumahnya di Malang, namun pergi ke yayasan
"Saat ke Malang itulah, kebetulan Sutarini hendak beli nasi. Saat itu dilihat suaminya (James). Tangan Sutarini ditarik, lalu diajak pulang ke rumahnya. Terjadi percekcokan, dan terjadilah kejadian pembunuhan," jelas Surata.

Keluarga pertama kali mengetahui pembunuhan terhadap Sutarini dari anak laki-lakinya.
Kebetulan saat itu anak laki-laki ditelpon oleh tetangga di Malang, dan memberi kabar jika Sutarini dibunuh suaminya.
"Keluarga di sini tentu syok, apalagi dikatakan di mutilasi dengan keji. Keluarga di Bali semua syok," ungkap Surata. (mit)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.