Suami Mutilasi Istri di Malang

Made Sutarini Rencana Pulang ke Klungkung Bali Besok Hadiri Pengabenan Sepupu, Gagal Karena Dibunuh

Made Sutarini Rencana Pulang ke Klungkung Bali Besok Hadiri Pengabenan Sepupu, Gagal Karena Dibunuh

|
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana rumah Ni Made Sutarini di Banjar Banda, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali pada Selasa 2 Januari 2024. 

Bahkan sampai kedua anaknya dewasa, Sutarini masih kerap mendapatkan perlakuan kekerasan hingga disekap dari suaminya.

Sehingga Sutarini lebih memilih tinggal bersama kerabatnya di Surabaya dan jarang pulang ke Malang.

"Kedua anaknya (Sutarini) bahkan lebih sering bersama ibunya. Sekarang anak yang pertama kerja di Singapore, yang kedua jadi teknisi di rumah sakit di Badung," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Tetangga Lihat Potongan Tubuh Korban Mutilasi, Made Sutarini Sejak Lama Ingin Lapor Polisi

Ia mengatakan, jenazah Sutarini akan diupacarai secara Hindu.

Meskipun Sutarini sempat memeluk agama Kristen setelah menikah dengan suaminya, James Loodewyk Tomala asal Manado. 

Suardana beserta kakak tertuanya, Ni Wayan Suarini Selasa 2 Januari 2023 akan berangkat ke Malang untuk membawa tirta di sanggah dan kawitan untuk upacara pengabenan Made Sutarini.

Rencananya jenazah Sutarini akan diaben oleh PHDI Malang, Rabu 3 Januari 2023. 

Sutarini Terkahir Pulang ke Klungkung Saat Saraswati

Kerabat dari Sutarini, Wayan Surata mengungkapkan, ibu dua anak tersebut cukup sering pulang ke rumah keluarganya di Banjar Banda, Desa Takmung, Klungkung

"Terakhir (Sutarini) pulang saat Hari Saraswati lalu untuk bersembahyang. Serta berkunjung ke keluarga, karena jika di Malang ia (Sutarini) merasa terkekang," ujar Wayan Surata yang merupakan sepupu dari Sutarini, Selasa 2 Januari 2024.

Pasca kematiannya secara tragis, Sutarini rencananya akan diaben, Rabu 3 Januari 2024 di Kota Malang.

Sebenarnya pasca menikah, Sutarini memeluk agama Kristen.

Namun atas permintaan dari keluarga, rencananya jenazah Sutarini akan diaben susai tradisi agama Hindu di Bali.

Pengabenan akan difasilitasi PHDI Malang, dan kerabatnya di Surabaya Jawa Timur.

"Kakak dan adik dari Sutarini yang berangkat ke Malang, membawa tirta dari sanggah dan kawitan. Kalau tirta pura desa tidak ada, karena Sutarini sudah bukan warga desa adat di sini (Desa Adat Banda) pasca menikah," ungkap dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved