Suami Mutilasi Istri di Malang
Jenazah Ni Made Sutarini Sudah Diaben di Malang Pagi Ini, Keluarga Penuhi Permintaan Mendiang
Jenazah Ni Made Sutarini, korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh suami sudah diaben di Malang pada Rabu 3 Januari 2023.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Jenazah Ni Made Sutarini, korban pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh suami sendiri James Lodewyk Tomatala (61) telah diaben hari ini Rabu 3 Januari 2024 di Malang, Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang kerabat, I Wayan Merta saat ditemui Tribun-Bali.com di kediamannya di Banjar Banda, Desa Takmung, Klungkung pada Rabu 3 Januari 2024.
"Informasi tadi pengabenan sudah dilakukan pukul 08.00 Wita tadi," ujarnya.
Ia mengatakan, setelah menikah dengan James Lodewyk Tomatala, Sutarini memeluk agama kristen.
Meskipun demikian, Sutarini sejak masih hidup sering berkata ke keluarganya agar diupacarai secara hindu jika terjadi sesuatu kepadanya.
"Walau memeluk agama kristen, ia (Sutarini) masih sering melukat, sembahyang juga di sini. Sering bilang juga ke kerabat di Surabaya, kalau nanti meninggal agar minta tolong diaben," ungkap Merta.
Bahkan menurut Merta, anak-anak Sutarini juga dengan ikhlas meminta agar ibunya bisa diaben.
Baca juga: Usai Habisi dan Mutilasi Sutarini, James Berikan Surat Kuasa Agar Istri Diupacarai Secara Hindu
Sebelum disepakati dilakukan proses pengabenan, sang suami sekaligus pelaku pembunuhan terhadap Sutarini telah memberikan surat kuasa.
Pada surat kuasa itu intinya memperbolehkan, Sutarini dapat diaben sesuai dengan upacara agama hindu.

"Suaminya ini memberikan surat kuasa, kepada pihak keluarga kami untuk memproses upacara terhadap jenazah Sutarini secara hindu.
Kakak dan adik kandung dari Sutarini, yakni Ni Wayan Suarini dan Komang Suardana telah berangkat ke Malang membawa tirta dari sanggah dan Pura Kawitan untuk upacara pengabenan Sutarini.
Proses Ngaben Digelar Hari Ini
Pengabenan Ni Made Sutarini akan digelar hari ini pada Rabu 3 Januari 2023.
Pengabenan akan difasilitasi PHDI Malang, dan kerabatnya di Surabaya Jawa Timur.
Dua saudara kandung Sutarini, yakni adiknya Komang Suardana beserta kakak tertuanya, Ni Wayan Suarini pada Selasa 2 Januari 2023, berangkat ke Malang untuk membawa tirta di sanggah dan kawitan untuk upacara pengabenan Sutarini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.