Berita Jembrana
Hanya 15 Persen dari Total Luasan Sawah di Jembrana Ditanami Padi
Sebagian petani di subak masing-masing nampak sudah mulai melakukan pengolahan lahan sawahnya, Senin 8 Januari 2024.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sebagian petani di subak masing-masing nampak sudah mulai melakukan pengolahan lahan sawahnya, Senin 8 Januari 2024.
Namun begitu, di awal tahun ini tercatat baru ada sekitar 1.000 hektare sawah yang memulai masa tanam terutama padi.
Petani juga diwanti-wanti agar selalu bijaksana untuk menyikapi musim tak menentu seperti tahun lalu.
Tak lain hanya untuk mengantisipasi timbulnya kerugian petani akibat gagal panen alias puso.
Baca juga: Dua TPS3R di Jembrana Mangkrak, Tak Beroperasi Beralasan Pembenahan Manajemen
Menurut pantauan, di sejumlah subak para petani sudah melakukan pengolahan tanah dan menyiapkan bibit untuk penanaman padi.
Hal ini karena wilayah Jembrana sudah mulai terjadi hujan sehingga pasokan air di irigasi sawah mulai terpenuhi.
Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Komang Ngurah Arya Kusuma menjelaskan, di awal tahun 2024 ini sejumlah petani/subak nampak sudah memulai melakukan pengolahan tanah untuk selanjutnya melakukan penanaman padi.
Dari pantauan petugas lapangannya, sudah ada sekitar 15 persen subak atau sawah yang memulai masa tanam khusunya padi.
Baca juga: KPU Jembrana Libatkan 77 Orang Lipat Surat Suara, Per Lembar Diberi Upah Rp200
"Baru 1000 hektare (mulai masa tanam) atau sekitar 15 persen dari total luas lahan sawah kita 6.636 hektare," sebut Arya Kusuma saat dikonfirmasi, Senin 8 Januari 2023.
Menurutnya, jumlah tersebut tergantung pada pola masing-masing subak seperti yang diterapkan sebelumnya.
Dia juga mengakui, secara teknis memang terjadi sedikit pergeseran sesuai dengan ketersediaan air di masing-masing subak.
Baca juga: 390 Orang Nikmati Layanan Angkutan Siswa Gratis, Jembrana Gelontorkan Hampir Rp 1 Miliar Setahun
Disinggung mengenai penekanan kepada seluruh petani maupun subak di Jembrana terkait cuaca tak menentu, Arya Kusuma sudah menekankan kepada seluruh petani agar tetap bijaksana dalam penggunaan air irigasi.
Lakukan efisiensi penggunaan air dan jangan memaksakan menanam padi jika kondisi air tidak mencukupi.
Hal ini untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi lagi di Jembrana. Misalnya cuaca ekstrem hingga mengakibatkan sawah dilanda kekeringan bahkan hingga sebabkan puso alias gagal panen.
Baca juga: KRONOLOGI Kompor Mayat Meledak di Jembrana: Baru 20 Menit Dipakai Meledak, Api Sambar 2 Orang
| ASTAGA Penumpang Kapal Terjatuh di Laut Selat Bali, Beruntung Korban Berhasil Diselamatkan |
|
|---|
| Hendak Bersandar di Railing, Penumpang Kapal Terjatuh di Laut Selat Bali |
|
|---|
| Polsek Melaya Bali Melakukan Penyuluhan ke Sekolah, Tekankan Larangan Berkendara Bagi Anak SD |
|
|---|
| Dua ODCB di Jembrana Bali Segera Jadi Cagar Budaya, Masih Dalam Proses Tahapan Penyelesaian |
|
|---|
| Sidak Duktang di Jembrana Bali, Belasan Orang Tanpa Suket Kembali Terjaring, Imbau Pemilik Kos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Salah-satu-kegiatan-olah-tanah-dengan-traktor-oleh-petani.jpg)