Berita Gianyar

Jelang Musim Hujan, PDAM Gianyar Minta Warga Siapkan Bak Penampungan

Perumda Tirta Sanjiwani atau dulu disebut PDAM Gianyar, Bali, terus berupaya meningkatkan pelayanan mereka.

Istimewa
Petugas Perumda Tirta Sanjiwani Gianyar saat berada di salah satu jaringan air yang berada di kawasan sungai. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perumda Tirta Sanjiwani atau dulu disebut PDAM Gianyar, Bali, terus berupaya meningkatkan pelayanan mereka.

Namun karena pasokan air ke pelanggan masih banyak yang menggunakan air sungai. Maka, masalah gangguan layanan terkadang tak bisa dihindari.

Baca juga: Petir Besar Sambar Rumah Ketut Latra di Gianyar, Tembus Genteng Hingga Ledakan Meteran Listrik

Seperti, sumber air menjadi keruh hingga kerusakan jaringan akibat banjir.


Karena itu, PDAM Gianyar pun mengimbau masyarakat agar memiliki penampungan air, ketika musim hujan tiba.

Hal tersebut untuk mengantisipasi pelayanan terganggu karena bencana alam. 

Baca juga: Sakit Hati Digugat Cerai, Ayah Aniaya Anak, Kini Diproses di Polres Gianyar


Direktur Perumda Tirta Sanjiwani, Made Sastra Kencana, Kamis 11 Januari 2024 membenarkan hal tersebut.

Kata dia, beberapa sumber air yang masih menggunakan air sungai ada di beberapa titik.

Mulai dari sungai yeh barong yanh berlokasi di Kecamatan Tampaksiring. Lalu  ada sungai bugbug di Kecamatan Tegalalang dan sungai tampus di Payangan.

Baca juga: BPBD Gianyar Minta Waspadai Pohon Besar Rawan Lapuk


Sastra mengungkapkan, ketika musim hujan, masyarakat yang sumber airnya berasal dari sungai tersebut sangat rawan mengalami gangguan saat musim hujan.

"Wilayah tersebut berada di lokasi rawan bencana pohon tumbang dan tanah longsor, serta banjir yang menyebabkan pipa mudah putus," 


"Kondisi yang rawan lainnya saat hujan deras adalah di SPAM Petanu. Karena dimasuki air kotor dan sampah. Biasanya dalam mengantisipasi kerusakan parah, penampungan terpaksa ditutup, sehingga volume air ke pelanggan menurun," jelasnya. 

Baca juga: AS Diamankan Warga, Diduga Perkosa Gadis 13 Tahun di Gianyar


Selain itu, kata dia, hal yanh ditakuti pihaknya adalah ketika hujan deras menyebabkan bak penampungan air menjadi keruh dan listrik mati. Sebab hal ini menyebabkan penyaluran air ke masyarakat berhenti.

"Kami selalu mengupayakan dan mengerahkan potensi yang ada agar warga mendapat air yang layak," tandasnya.


Dalam mengantisipasi hal tersebut, Sastra meminta agar masyarakat, membiasakan mengunakan bak penampungan, sehingga saat tidak ada air, masyarakat memiliki cadangan air.

Baca juga: Sakit Hati Digugat Cerai, Ayah Aniaya Anak, Kini Diproses di Polres Gianyar


"Ketika air mati karena kerusakan jaringan atau kebocoran, kami selalu menyediakan air tanki untuk masyarakat. Namun baiknya, masyarakat memiliki penampungan air agar tetap memiliki cadangan air saat ada gangguan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved