Ogoh Ogoh di Bali

Lomba Ogoh-Ogoh di Buleleng Tahun Ini Ditiadakan

Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemkab Buleleng tahun ini tidak menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Ratu Ayu Astri Desiani
Salah satu ogoh-ogoh yang dibuat oleh Yowana Manik Hasta Gina Desa Adat Sangket, Kecamatan Sukasada pada Nepi 2023 lalu. Tahun ini pemerintah meniadakan lomba ogoh-ogoh. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemkab Buleleng tahun ini tidak menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh serangkaian Nyepi Tahun Baru Saka 1946.

Kendati tidak ada lomba, namun masyarakat tetap diperbolehkan untuk membuat ogoh-ogoh dengan catatan tidak mengandung unsur politik. 

Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng Nyoman Wisandika pada Kamis (11/1) mengatakan, lomba ogoh-ogoh biasanya didanai oleh Pemprov Bali.

Disbud Buleleng hanya bertindak sebagai fasilitator lomba dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Namun untuk tahun ini, pihaknya telah menerima kabar dari Disbud Bali jika lomba ogoh-ogoh ditiadakan

Wisandika mengaku tidak tahu persis alasan lomba ditiadakan.

Namun ia memperkirakan peniadaan ini berkaitan dengan anggaran, atau untuk menjaga keamanan jelang Pemilu.

"Tahun ini sudah dipastikan tidak ada lomba ogoh-ogoh se kabupaten kota di Bali. Dari provinsi sih tidak menyampaikan alasannya kenapa. Mungkin karena pendanaan, banyak tersedot ke Pemilu," katanya. 

Kendati lomba ditiadakan, Wisandika menegaskan masyarakat masih boleh membuat ogoh-ogoh di wilayahnya masing-masing sebagai sebuah tradisi jelang Nyepi.

Baca juga: Perwakilan Tenaga Pengabdi Kesehatan Temui Bupati, Berharap Jalur Prioritas Pada Rekrutmen PPPK 2024

Ogoh-ogoh yang dibuat dapat diarak di wilayah masing-masing dengan tetap mematuhi aturan seperti tidak bernuansa politik, serta menjaga ketertiban dan keamanan. 

"Mudah-mudahan tahun 2025 lomba ogoh-ogoh bisa dilaksanakan kembali. Untuk tahun meski tidak ada lomba, masing-masing Yowana silahkan berkreatifitas membuat ogoh-ogoh sebagai sebuah tradisi. Nanti bisa diarak di lingkungannya masing-masing," terangnya. 

Sementara Ketua STT Abdi Yowana, Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng Yoga Sariada mengaku dapat memaklumi keputusan pemerintah tersebut.

Meski tidak ada lomba, ia pun menegaskan tidak menyurutkan niat dan semangat pemuda-pemudi yang ada di wilayahnya dalam berkreasi membuat ogoh-ogoh.

Pada Nyepi tahun ini, Yoga menyebut pihaknya akan membuat ogoh-ogoh dengan tema Ki Cambara Berag atau anjing kurus, yang menggambarkan sifat orang-orang yang iri hari, mudah cemburu, atau memiliki dendam kepada seseorang yang pernah menyakitinya. 

"Tidak masalah kalau tidak ada lomba. Kami tetap semangat membuat ogoh-ogoh, karena itu memang sudah jadi tradisi dari tahun ke tahun, sekaligus untuk menghibur masyarakat dalam menyambut Nyepi," tandasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved