Berita Jembrana

Persiapan Moda Transportasi Pariwisata, Kusir Dokar di Jembrana Bakal Diberi Apresiasi Rp 7 Juta

rencana pemberian dana apresiasi kepada kusir dokar tersebut merupakan ide dari Bupati Jembrana

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Salah satu Dokar yang masih eksis di Kabupaten Jembrana nampak berkeliling seputar kota Negara, Januari 2024 - Persiapan Moda Transportasi Pariwisata, Kusir Dokar di Jembrana Bakal Diberi Apresiasi Rp 7 Juta 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jembrana menggelontorkan anggaran puluhan juta untuk apresiasi kepada dokar yang masih bertahan di tahun 2024 ini.

Rencananya, per dokar akan diberikan bantuan senilai Rp 7 Juta.

Sebab, eksistensi dokar di Kabupaten Jembrana, Bali semakin hari terus berkurang.

Jika dulunya terdapat 300 dokar, kini hanya tersisa enam saja.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Jembrana Kucurkan Dana Apresiasi Nyepi, Rp2,5 Juta untuk Setiap Sekaa

Pemerintah berharap, dengan dana apresiasi tersebut para pemilik alat transportasi tradisional ini kian bangkit ke depannya.

Selain itu, juga sebagai persiapan menyambut kunjungan wisatawan di kemudian hari serangkaian tagline Jembrana Emas 2026 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara menuturkan, rencana pemberian dana apresiasi kepada kusir dokar tersebut merupakan ide dari Bupati Jembrana, I Nengah Tamba.

Ide ini muncul setelah melihat pariwisata yang menggeliat di Yogyakarta dengan melibatkan dokar atau yang lebih dikenal bernama andong (kereta sewaan).

"Jadi idenya (dana apresiasi) dari Pak Bupati. Beliau terinspirasi ketika melihat andong di Yogyakarta," tutur Sapta Negara saat dikonfirmasi.

Dia menyebutkan, dana apresiasi ini juga sebagai bentuk upaya untuk menggeliatkan lagi keberadaan dokar di Gumi Makepung.

Sebab, sesuai penuturan tetua di Jembrana, dulunya ada sekitar 300 dokar.

Namun seiring waktu berjalan karena masifnya kemunculan moda transportasi modern salah satunya sepeda motor, keberadaan dokar kian tergusur.

"Sekarang hanya tersisa sekitar 6 unit dokar saja di Jembrana. Sebagai upaya memberikan apresiasi bagi yang masih eksis dan diharapkan ke depannya bangkit serta semakin banyak, pemerintah bakal memberikan dana apresiasi senilai Rp 7 juta per kusir dokar," jelasnya.

Selain membangkitkan gairah, kata dia, digarapnya sebagai persiapan menyambut wisatawan ke depannya.

Karena dengan dana apresiasi tersebut, para pemilik dokar ini bisa memperbaiki alat transportasi tradisional menjadi lebih representatif.

"Minimal nantinya dokar menjadi lebih representatif. Sehingga kedepannya bisa memancing datangnya wisatawan dan dokar bisa naik kelas menjadi moda transportasi pariwisata. Tidak hanya sebagai moda transportasi tradisional lagi," tandasnya.

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved