Berita Bali
Polda Bali Laksanakan Operasi Nusantara Cooling System Untuk Redam Potensi Eskalasi Konflik Sosial
Polda Bali Laksanakan Operasi Nusantara Cooling System Untuk Redam Potensi Eskalasi Konflik Sosial Dampak Tensi Pemilu 2024
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Fenty Lilian Ariani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali menggelar “Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024” sebagai upaya Preemtif dan Preventif untuk meminimalisir terjadinya potensi konflik sosial di tengah masyarakat menjelang dan sesudah Pemilu.
Operasi Cooling System ini diharapkan menjadi strategi agar Pemilu 2024 dapat berlangsung aman dan damai, serta persatuan dan kesatuan Bangsa tetap terjaga.
Sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., dalam keterangannya di Denpasar, Bali, pada Selasa 23 Januari 2024. Operasi Cooling System ini sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia. Ir. H. Joko Widod.
"Di sini Polri diharapkan dapat mendeteksi dan mencegah lebih awal agar masyarakat tidak terpecah belah dan tetap menjaga persatuan bangsa walaupun memiliki pilihan yang berbeda dalam Pemilu 2024," terang Kombes Pol jansen.
Menindak lanjuti arahan Presiden tersebut, disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., menekankan adanya kerjasama dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat kepada Polri untuk menciptakan Cooling System, mewujudkan persatuan dan kesatuan Bangsa, serta terlaksananya Pemilu 2024 yang aman dan damai.
Melalui Surat Perintah Kapolri, Sprin/2439/VIII/OPS.1.1/2023 tanggal 25 agustus “Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024” dilaksanakan tahap pertama mulai 11 September sampai dengan 31 Desember 2023.
Dilanjutkan tahap kedua mulai 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2024, yang dipimpin oleh Irjen Pol Edi Suheri yang dipercaya selaku Kepala “Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024” (Kaops NCS), dengan empat Satgas.
Kombes Pol Jansen menyampaikan, bahwa NCS memiliki tugas pokok untuk meminimalisir isu-isu provokatif berlatar belakang SARA, baik yang terjadi di tengah masyarakat maupun di ruang Siber.
Pola Operasi NCS mengutamakan tindakan Preemtif dan Preventif dengan sasaran yaitu potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata.
"Dengan target operasi yaitu orang, kelompok, tempat kegiatan dan benda serta cara bertindak dengan deteksi, pembinaan masyarakat, Patroli dialogis dan Patroli Siber, serta sosialisasi dan bantuan Operasi," bebernya.
Baca juga: Update Kasus Pengeroyokan di Sempidi Badung, 5 Pelaku Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Dengan terlaksananya “Operasi Nusantara Cooling System 2023-2024” diharapkan memberikan dampak positif di masyarakat dan secara kolektif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah perbedaan pilihan pada pesta demokrasi.
"Sehingga pelaksanaan setiap tahapan hingga Pemilu dan setelah pelaksanaan Pemilu 2024 situasi tetap aman, kondusif dan damai," pungkas Kabid Humas. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.