Berita Badung
Apakah Pantai Kuta Terkesan Kumuh? Begini Penuturan Wisatawan
Salah seorang wisnus asal Jakarta Desi mengatakan bahwa kesekian kali dirinya ke Bali dan mengunjungi Pantai Kuta saat ini banyak perubahan.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Berbagai aktivitas seperti bermain air di pinggir pantai, jogging, berbelanja pernak-pernik, duduk santai menikmati suasana dilakukan oleh para pengunjung baik wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) di Pantai Kuta, Bali.
Tampak sejumlah sampah plastik dan kulit kelapa berserakan di sepanjang Pantai Kuta di mana sampah-sampah tersebut merupakan kiriman gelombang laut.
Lapak-lapak pedagang di pantai pun terlihat buru-buru mengemas barang dagangannya karena hujan rintik-rintik mulai turun di sekitar lokasi.
Angin kencang pun membuat daun-daun kering dari pohon berjatuhan dan berserakan di sekitar trotoar.
Baca juga: Wisatawan Keluhkan Pantai Kuta Kumuh, Deretan Warung Rusak Toilet Tak Berfungsi
Selain itu terlihat juga sejumlah tumpukan sampah di beberapa sudut khususnya dibalik tembok pagar Pantai Kuta.
Tumpukan karung berisikan pasir pantai yang sengaja dipasang pedagang untuk menahan abrasi juga masih terlihat di sejumlah titik yang ada di Pantai Kuta.
Gambaran tersebut lah yang terlihat di Pantai Kuta pada Sabtu sore, tanggal 27 Januari 2024.
Apakah gambaran itu dapat dikatakan Pantai Kuta kumuh seperti yang disampaikan PJ. Gubernur Bali kemarin dan juga dikeluhkan oleh wisatawan?
Salah seorang wisnus asal Jakarta Desi mengatakan bahwa kesekian kali dirinya ke Bali dan mengunjungi Pantai Kuta saat ini banyak perubahan.
"Beda ya Pantai Kuta sekarang dibandingkan tahun lalu saya kesini. Sekarang seperti terlihat kurang rapi (ditata) aja," ungkap Desi.
Saat disinggung apakah kesannya sekarang Pantai Kuta kumuh?
Ia mengatakan kurang lebih bisa dikatakan seperti itu.
"Iya kayak kumuh mungkin karena ramai (pengunjung dan pedagang), pinggir pantainya juga ada sampah-sampah gitu, trotoar banyak daun-daun kering berserakan ya," ucap Desi.
Selain itu juga Desi yang mengunjungi Pantai Kuta bersama teman-temannya menyoroti fenomena abrasi yang terjadi.
Ia berharap kepada pemerintah daerah setempat dapat segera melakukan perbaikan-perbaikan.
"Dulu gak separah ini abrasinya. Semoga pemerintah segera menatanya ya agar kesan kumuh itu hilang," imbuhnya.
Sementara itu, dikonfirmasi mengenai tanggapan dan langkah apa yang akan dilakukan untuk menghilangkan kesan Pantai Kuta kumuh, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana tidak merespons baik pesan singkat maupun telepon.(*)
Kumpulan Artikel Badung
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.